Sabtu, 21 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-14_AJEMG UMARO PCNU KB. BOGOR

Tidak ada komentar:
Tgl Penyerahan           : 22/10/17
Nama                           : Ajeng Umaroh
Utusan                         : PC NU. KAB BOGOR
Kelompok                   : IV
Tugas                           : Refleksi
Tgl Materi                   : 14/10/17

KHILAFATUL INSAN

Salah satu tugas manusia sebagai khalifah di bumi adalah meramaikan nya memanfaatkan sumber daya alam yang ada melalui penelihan terus menerus terhadap rahasia di alam semesta ini dan apa manfaatnya bagi manusia dan kehidupan Allah telah memberikan modal awal bagi eksplorasi manusia terhadap alam semesta ini melalui taklim nya kepada Nabi Adam akan nama – naman benda dan kegunaannya. Nama mempunyai makna yang luas jika sebuah nama baru mencuat kepermukaan dalam bidang pengetahuan apapun itu mendadak adanya gerakan eksplorasi oleh manusia tengah berlangsung semakin banyak nama yang muncul, maka semakin banyak teori yang di temukan. Ini menunjukkan gejala yang sangat positif. Merupakan tugas manusia menemukan nama – nama baru yang dahulu pernah di rintis semenjak zaman Nabi Adam percayalah jika ribuan nama baru muncul sebagai hasil dari kerja Eksplorasi itu ilmu Allah tidak akan pernah habis. Ilmu manusia disbanding dengan ilmu Allah laksana setetes air berbanding dengan lautan yang tak bertepi.














RESUME MINGGU KE-14_AJENG UMARO PCNU KAB. BOGOR

Tidak ada komentar:
Tgl Penyerahan           : 22/10/17
Nama                           : Ajeng Umaroh
Utusan                         : PC NU. KAB BOGOR
Kelompok                   : IV
Mata Kuliah                : GS
Dosen                          : Prof Yudi Haryono
Tugas                           : Resume
Tgl Materi                   : 14/10/17
 _________________________________________________________________________________

-          Gagasan bisa menembus ruang dan waktu
-          Nabi Muhammad adalah seorang yang mempunyai gagasan yang agung
-          Islam asli di bawa Nabi Muhammad atas perintah Allah  (Fundamentalis)
-          Islam adalah perkumpulan nilai yang di ramu sehingga menjadi konsep
Solusi Perubahan
-          Menciptakan gagasan
-          Merevitalisasi di zaman milenial
-          Memertahankan gagasan yang lama
-          Menciptakan gagasan yang baru
Peradaban Romawi
1.      Tidak ada kebenaran kecuali (Gereja)
2.      Tidak ada kebenaran kecuali (Yesus)
3.      Tidak ada kebenaran kecuali (Rabi)
-          Pengetahuan sumbernya bisa di dapat dari mana saja
-          Insan yang tidak punya gagasan = (abu jahal)
-          Insan yang tidak punya gagasan jiwa pemimpin = (abu lahab)
5 mental orang Indonesia yang diwariskan oleh orang asing
-          Melupa
-          Mendendam
-          Miopik
-          Inlanden

-          Instan
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tgl Penyerahan           : 22/10/17
Nama                           : Ajeng Umaroh
Utusan                         : PC NU. KAB BOGOR
Kelompok                   : IV
Mata Kuliah                : Ulumul Hadist
Dosen                          : KH. Sanusi Azhari
Tugas                           : Resume
Tgl Materi                   : 14/10/17
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NASEHAT BEKAL KE AKHIRAT
Sebagaimana hadist Nabi SAW. Yang artinya:
1.      Perbaharuilah perahumu karena lautan itu sangat luas
2.      Carilah perbekalan yang lengkap karena perjalanan itu sangat jauh
3.      Kurangilah beban karena sangat sulit untuk diatasi
4.      Ikhlaskan dalam beramal karena yang menilai baik dan buruk adalah dzat yang maha melihat.
TENTANG RIYA (PAMER)
Ria adalah meampakkan diri kepada orang lain supaya diketahui kehebatannya dan kebaikannya atau amal dan perjuangannya baik melalui pembicaraanya tulisannya atau sikapnya dengan tujuan supaya mendapat pujian. Ciri – ciri dan bahaya dari riya sebagai mana disebutkan dalam Firman Allah SWT (Surat Al – Maun ayat 4 s/d 7) yang artinya “maka celakalah bagi orang yang Sholat (yaitu) orang – orang yang lalai dari Sholatnya, orang – orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang berguna.
Allah juga berfirman dalam surat Albaqoroh ayat 364 yang artinya “hai orang – orang yang beriman janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu, dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima seperti orang – orang yang  menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia”
Di dalam hadis Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya “sesuatu yang paling aku kuatirkan di antara kamu itu adalah syirik kecil lalu di tanyakan oleh sahabat apakah syirik kecil itu ya Rosulullah kemudian beliau menjawab syirik kecil itu adalah riya”.                                                   _________________________________________________________________________________


Tgl Penyerahan           : 22/10/17
Nama                           : Ajeng Umaroh
Utusan                         : PC NU. KAB BOGOR
Kelompok                   : IV
Mata Kuliah                : Bidayatul Mujtahid
Dosen                          : KH. Makmur Zawawi
Tugas                           : Resume
Tgl Materi                   : 14/10/17
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SHOLAT JUMAT
-          Sholat Jumat (harus berkumpul)
-          Sholat Jumat minimal tiga sampai empat orang menurut mazhab imam Abu Anifah
-          Sholat Jumat minimal 40 orang menurut mazhab imam Syafi’i
-          Adzan awal Sholat Jumat untuk memanggil orang diadakan pada tahun 5 Hijriah.
-          Perempuan dan musafir tidak masuk hitungan jumah.
-          Waktu Sholat jumat menurut ulama Jumbur adalah waktu Dzuhur.
-          Kalau waktu shalat jumat sudah habis, dilaksanakan sholat Dzuhur
-          Tidak boleh melaksanakan sholat jumah sebelum tergelincirnya matahari
-          Adzan Sholat jumat jaman Rosulullah 2 kali
-          Dalam kedudukanya Adzan lebih tinggi dari pada iqomah
-          Yang kothbah diutamakan jadi imam
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tgl Penyerahan           : 22/10/17
Nama                           : Ajeng Umaroh
Utusan                         : PC NU. KAB BOGOR
Kelompok                   : IV
Mata Kuliah                : Masail Fiqhiya
Dosen                          : KH. Dr Amin Zainudin
Tugas                           : Resume
Tgl Materi                   : 14/10/17

RASIONALITAS DALAM SYARI’AT ISLAM
Apapun yang ditetapkan Allah Swt kepada makhluknya, termasuk manusia, semua bermuara bagi kemaslahatan hidup manusia. Setiap yang Allah Swt perintahkan untuk dilaksanakan, pasti bermanfaat bagi yang melaksanakannya. Sebaliknya setiap yang dilarang pasti mengandung madhorot bagi yang melaksanakannya.
Walaupun beragama dengan segala aspeknya sangat rasional, tetapi tidak semua ketetapan dalam agama bersifat rasional. Dan ini terjadi pada semua agama. Termasuk Islam. Dimana tidak semua ketetapan dari Allah Swt baik yang berupa perintah atau larangan itu dapat dicerna oleh akal manusia. Ada yang dapat dicerna oleh akal (Ta’aqquly) dan ada pula yang tidak dapat dicerna. Terkesan tidak rasional (Ta’abbudy)
Para Ushuli (ahli ushul fiqh) menyebut ketetapan yang tidak dapat di cerna oleh akal itu “ta’abbudy”. Syaikh Zakariyya al – anshari berkata menjelaskan difinisi ta’abbudy menurut ushuliyyun : “ketetapan yang bersifat ta’abbudi adalah ketetapan hukum yang tidak jelas illatnya walaupun hikmahnya jelas.”
Contohnya adalah keharusan mencuci bekas jilatan anjing sebanyak tujuh kali basuhan yang mana salah satunya harus di campur dengan debu. Pertanyaan yang mengemuka dan tidak mendapat jawaban yang rasional adalah: “mengapa harus 7 kali basuhan dan mengapa pula salah satu dari 7 basuhannya dicampur dengan debu? Serta apakah boleh mengganti debu dengan media pembersih yang lain, yang lebih praktis dan higienis?
Secara rasional, walaupun mencuci bekas jilatan tidak dibasuh sebanyak 7 kali tetapi menggunakan sabu serta anti septic, tentu hasilnya lebih bersih dan higienis. Tetapi karena ketetapan syara’ bersifat ta’abbudy, maka ketentuan membasuh bekasjilatan anjing sebanyak 7 kali yang salah satu basuhannya di campur dengan debu tetap tidak boleh diabaikan. Imam malik berkata terkait dengan hal ini.
Contoh lainnya adalah mengusap sepatu sebagai ganti membasuk kaki. Banyak hadist yang meriwayatkan hal ini dilakukan oleh Nabi Saw.

Secara rasional, bagian sepatu yang paling harus diusap adalah yang bawah. Karena bagian bawah sepatu lah bersentuhan langsung dengan tanah. Bukan bagian atas. Tetapi ternyata Rosulullah Saw selaku Syar’I mengusap bagian atas sepatu. 








Jumat, 20 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-14_HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : -
Dosen : -
Jenis Tugas : REFLEKSI
Tanggal Materi : 14 Oktober 2017



Mencapai Kondisi Ideal
Kadangkala, kita pernah merasa dalam kondisi yang tidak ideal. Entah jodoh yang belum kunjung tiba, gaji yang belum kunjung cukup, pekerjaan yang tidak sesuai cita-cita, mendapati tempat pekerjaan jauh dari keluarga, adanya saudara yang menciptakan permusuhan, dan sebagainya. Semua kita pandang sebagai kondisi yang tidak ideal. Karena menurut kita, kondisi ideal adalah jodoh yang dekat, gaji yang tinggi, pekerjaan dekat rumah dan saudara-saudara yang guyup akur.
Kalau demikian cara pandang kita, berarti “kondisi ideal” adalah menuntut hal-hal dari luar untuk kita paksa sesuai dengan keinginan kita. Perspektif ini selalu menempatkan situasi sebagai faktor domino atas suatu masalah. Bahwa cara paling layak meensikapi kondisi menurut perspektif ini adalah dengan meyalahkan keadaan.
Bukankah keadaan itu sesuatu yang “given”, sebuah karunia Allah yang selalu melingkupi kita sepanjang kita masih hidup di dunia ini. Menyalahkan keadaan sama artinya dengan menyalahkan Sang pemberi keadaan.
Ada satu sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah di saat mengalami kesulitan menghadapi penduduk jahiliyah. Rasul memilih untuk berbuat sesuatu daripada sekedar menyalahkan keadaan. Rasul pelan-pelan mencari jalan keluar dan mampu survive hingga pada akhirnya melahirkan peradaban dunia yang kita warisi sampai dengan saat ini.

Maka dari itu, cara terbaik menghadapi kondisi yang kita anggap tidak ideal adalah dengan menghadapi dan mencari cara jalan keluarnya. Karena kondisi ideal sejatinya hanya terjadi bagi yang mampu berdamai dengan keadaan.[]

RESUME MINGGU KE-14_HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
***********************************************************************************
Tanggal Penyerahan : 21 Okt 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : ULUMUL HADIS
Dosen : KH. SANUSI AZHARI
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 14 Okt 2017

RIYA’ [PAMER]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةُ رَضِيَ  اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِنَّ اَوَّلَ اَلنَّاسِ يَقْضِيُ عَلًيْهِ يَوْمَالْقِيَامَةِ رَجُلٌ اِسْتَشْهَدَ فِى سَبِيْلِ اللهِ فَاءَتَى بِهِ فَعَرَفَهُ نِعْمُهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ : فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اَشْهَدَ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هًوَ جَرِى. وَ قَدْ قِيْلَ : ثًمَّ اَمَرَبِهِ فَسَحَبَ عَلَى وَجْحِهِ حَتَّى اَلْقَى فِى النَّارِ. وَسَعَ اللهُ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْنَافِ اْلمَالِ فَاءَتَى بِهِ فَعَرَفَهُ نِعْمُهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ مِنْهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ اَنْ يُنْفِقَ فِيْهَا اِلَّا اَنْفَقْتُ فِيْهَالَكَ. قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيْقَالَ هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيْلَ ثُّمَّ اَمَرَ بِهِ فَسَحَبَ عَلَى وَجْحِهِ حَتَّى اَلْقَى فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمُهُ اَوْ قَرَءَ اْلقُرْاَنَ فَاءَتَ بِهِ فَعَرَفَهُ نِعَمِهِ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْ تُهُ وَقَرَءْتُ فِيْكَ الْقُرْاَنَ. قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ عَالِمٌ اَوْ قَرَءْتَ لِيْقَالَ هُوَ قَارشئٌ، ثُمَّ اَمَرَ بِهِ فَسَحَبَ عَلَى وَجْحِهِ حَتَّى اَلْقَى فِى النَّارِ
Artinya:
“Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya manusia yang pertama kali diadili di hari kiamat adalah orang-orang yang mati syahid di jalan Allah, maka ia didatangkan dan diperlihatkan nikmat-nikmat sebagai pahalanya, kemudian ia  melihatnya seraya dikatakan  kepadanya, “Amalan apa yang engkau lakukan sehingga memperoleh nikmat-nikat itu? Ia menjawab, “Aku berperang karena-Mu (Ya Allah)”.  Allah menjawaab , “Dusta engkau, sesungguhnya kamu berbuat demikian supaya kamu dikatakan sebagai pahlawan. Dan kemudian malaikat diperintahkan menyeret mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka; seorang yang diberi Allah harta benda, kemudian didatangkan  dan diperlihatkan  kepadanya nikmat-nikkmat sebagai pahalanya lalu ia melihatnya seraya dikatakan kepadanya, “Amalan apakah yang engkau lakukan sehingga engkau mendapatkan nikmat itu?”, ia menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkan infak di jalan yang Engkau ridhai YaAllah” melainkan aku berinfak hanya karena-Mu.” Lalu Allah SWT menjawab, “Dusta Engkau, sesungguhnya engkau melakukan demikian itu   supaya kamu dikatakkan sebagai orang yang dermawan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeret mukanya dan memasukkannya ke dalam neraka. Dan seseorang lagi yang menuntut ilmu dan mengajarkan atau membaca Al-Qur’an, maka didatangkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat sebagai pahalanya, lalu ia melihatnya  seraya dikatakan kepadanya, “Amal apa yang telah engkau lakukan sehingga engkau medapatkan nikmat-nikmat itu?” ia menjawab, “Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya dan memebaca Al-Qur’an hanya untuk-Mu ya Allah.” Kemudian Allah SWT menjawab,”Dusta engkau, sesungguhnya engakau menuntut ilmu supaya engkau dikatakan pintar, dan membaca Al-Qur’an supaya kamu dikatakan Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat untuk meyeret mukanya dan melemparnya ke dalam neraka.”

Naudzubillah min dzalik.....
Hadist di atas memiliki kandungan tentang bahanya meninggalkan noda riya’ walau setitik sekalipun. Sehingga keihlasan kita harus senantiasa terjaga, baik dalam hal beribadah yang semata-mata memang karena Allah semata, maupun dalam hal melakukan amalan-amalan lainnya tidak lain karena mengharap ridha Allah.
Bahkan seseorang yang sudah dianggap mujahid oleh segolongan orang lainnya pun belum tentu sampai amalnya jika masih terkandung sifat riya’ di dalamnya. Begitu juga seorang aghniya’ yang dikenal dermawan atau bahkan ahli ibadah, ahli qari Alquran dsb, tidak akan sampai pada ridha Allah bila masih tertanam sifat riya’ walau setitik sekalipun. []
*****************************************************************************************

Tanggal Penyerahan : 21 Okt 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : Bidayatul Mujtahid
Dosen : KH. MAKMUR JAWAWI
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 14 Okt 2017

BAB Sholat Jumat

Jumat diambil dari kalimat jamaah, yg maknanya berkumpul. Sehingga artinya harus berkumpul, sehingga tidak boleh kurang dari beberapa orang.
Perbedaan Pendapat terkait Sholat Jumat:
  • Jumlah jamaah, madzhab Hanafi minimal 4, dan menurut madzhab Syafii 40
  • Jumlah Adzan, masa Nabi, Abu Bakar dan Umar sebanyak 1x, pasa masa Usman 2x karena aspirasi banyaknya jamaah yang berdatangan kemudian.
  • Imam Ahmad mensyaratkan pelaksanaan sebelum waktu dzuhur, sementara Jumhur ulama pada saat memasuki waktu dzuhur
  • Khotib boleh menggunakan bahasa Arab maupun bahasa setempat.

Dalam hal ini,menurut Madzhab Hanafi minimal 4, dan menurut madzhab Syafii 40.
apabila tidak sampai 40 orang di suatu kampung, maka sholat jumat tetap dilaksanakan namun ditambah dg sholat dhuhur.
khotib dan imam sebaiknya orang yg sama, bila tidak hukumnya makruh
Syarat Wajib Sholat Jumat:
  • Islam
  • Baligh
  • Berakal
  • Laki-laki
  • Merdeka
  • Sehat
  • Bermukim
Syarat Syahnya Sholat Jumat:
  • Dilakukan di satu desa
  • Minimal 40 orang
  • Dilakukan pada waktu dzhuhur
  • Di laksanakan di dalam masjid
  • Didahului dengan dua khutbah dan rukun khutbah
  • Sholat jumat dilakukan setelah sholat jumat

Rukun Sholat Jumat:
  • Adanya khutbah jumat
  • Sholat berjamaah dua rekaat
  • Dilakukan berjamaah
*****************************************************************************************

Tanggal Penyerahan : 21 Okt 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : Bahtsul Masaail
Dosen : KH. AIM ZAIMUDIN
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 14 Okt 2017
Rasionalitas dalam Syariat Islam
Ta’abbudy

Ta’abudy adalah ketetapan hukum yg tidak jelas ilatnya (tidak rasional) tetapi hikmahnya jelas.
contoh :
  1. menghapus bekas jilatan anjing dg air 7x basuhan dan 1 tanah
  2. mengusap sepatu bagian atas pada saat memakai sepatu utk masa tertentu
  3. pengharaman babi
  4. mencium hajar aswad
  5. mencelupkan lalat dalam air yg terhinggap lalat
  6. iddah untuk perempuan yang ditinggal suami

Sebab-sebab Perbedaan Pendapat Fiqih
  1. Perbedaan makna lafald
  2. Perbedaan suatu hadis
  3. Perbedaan dalam  mengambil Mashdar al-Tasyri’
  4. Perbedaan dalam penggunaan al-qowa’id  al-ushuliyyah
  5. Ijtihad dengan qiyas
  6. Upaya ta’arudh dan tarjih antara dalil-dalil
  7. Perbedaan  apresiasi terhadap nash
  8. Perbedaan apresiasi   Fuqoha     terhadad Ruh al-Tasyri,  “Ilal al-Tasyri’,  Asrar al-Tasyri’,  Maqoshid al-Syari’ah
  9. Perbedaan lingkungan, adat, mu’amalat  dimana fuqoha tinggal
  10. Perbedaan sikap politik ummat Islam diakhir khilafah Sahabat Utsman ra dan munculnya kaum Syi’ah dan Khowarij dimasa pemerintahan sahabat Ali ra


 
back to top