Jumat, 18 Agustus 2017

Refleksi Minggnu ke lima Badul Wahab Mui Kec. Caringin

Tidak ada komentar:
Tgl Penyerahan resume           : 19 Agustus  2017
Nama                                       : Abdul Wahab, S.Pd
Utusan                                     : MUI Caringin
Mata Kuliah                            : Refleksi
Dosen                                      : -
JenisTugas                               : Refleksi
Tanggal Materi                        : 12 Agustus   2017

KESUKSESAN
Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam semua bidang, Pedagang ingin sukses dengan dagangannya,petani ingin sukses dengan taninya ,pengusaha ingin sukses dengan usahanya,pendakwah pun ingin sekses dengan dakwahnya, sering orang menafsirkan kesuksesan itu dengan nilai akhirny saja tanpa melihat haslnya tanpa melihat  usahanya, Padahal yang paling utama kesuksesan itu dari usahanya untuk sukses, banyak orang yang ingin sukses tapi dengan tanpa kerja keras,itu hanya lamunan hanya. Cita-cita setinggi apapun tidak akan di peroleh kecuali dengan ketekunan dan kerja keras. Ustazd Syadidudin Asyaeroji  mengatakan  dalam sebuah syairnya :
Ketekunan mendekatkan semua perkara yang terjauh Dan ketekunan membuka semua pintu yang tertutup. Dalam sebuah Syair yang lain
Kamu berharap besok  ingin menjadi seorang Ahli dalam ilmu Fiqih dan ahli debat, Tanpa adanya kesulitan, gila itu Macam-macam, Tida akan bisa usaha untuk mendapatkan harta tanpa memikul kesulitan, apalagi ingin mendapatkan ilmu  tentu harus memikul kesulitan.

Syair diatas atas sangat jelas sekali sejauh apapun,/sesusah apapun dengan ketekunan pasti terasa dekat, dan mudah di kejar dan dengan ketekunan pula semua pintu-pintu tertutup pasti terbuka,jangan hanya berharap jadi orang sukses tanpa adanya Usaha, jangan berharap jadi orang kaya tanpa kerja keras dan istiqomah. Seseorang yang bekerja keras dan istiomah dalam semua Bidang Allah SWT akan mentaqdirkan orang tersebut menjadi orang Sukses.

REFLEKSI MINGGU KE-5 HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan : 19 AGUSTUS 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : -
Dosen : -
Jenis Tugas : REFLEKSI
Tanggal Materi : 12 AGUSTUS 2017


CINTA TANAH AIR
Suatu ketika, Rois Akbar Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari kedatangan seseorang. Tamu tersebut ajudan Presiden Soekarno yang membawa pesan dari Presiden. Kala itu Indonesia dalam kondisi terjajah dan diliputi penderitaan oleh rakyatnya. Melalui ajudannya, Presiden Soekarno meminta fatwa mengenai hukum warga membela bangsanya. Kyai Hasyim menjawab dengan tegas, fardlu ain (tidak boleh tidak) dan saat itulah Kyai Hasyim berfatwa atau mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman. Ini memang bukan hadis tapi sebuah fatwa dari Hadratus Syaikh dalam mengaplikasikan atas kecintaan warga negara terhadap tanah airnya.
Kita patut bersyukur karena negeri ini didirikan oleh para negarawan yang memiliki kecintaan terhadap agama (Negarawan Religius) dan juga para Ulama yang mencintai tanah airnya (Religius Nasionalis). Dua hal ini yang tidak ada di negara-negara Timur Tengah. Mereka lebih terjebak pada pertentangan kelompok-kelompok dan idelogi serta madzhab.
Saat ini kini tengah bergembira menyambut datangnya hari kemerdekaan Indonesia. 72 tahun sudah telah kita menikmati kemerdekaan itu. Sesuatu yang cukup telah lama untuk ukuran waktu. Sudahkah kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang produktif? Nurani kita patut menjawabnya dengan jujur.
Alih-alih mengisi kemerdekaan, kini justru ancaman datang dalam wajah yang baru. Gerakan trans-nasionalisme dalam “perwajahan agama” telah menjadi fenomena yang mengancam. Penafsiran-penafsiran keliru tentang agama tengah dijadikan jalan untuk memisahkan agama itu sendiri dengan tanah air.
Bukankah tubuh ini terlahir dari tanah dan kemudian mati serta terkubur dalam tanah? Hakikatnya, manusia ini cinta tanah airnya sejak kelahiran dan sampai pada kematiannya. Hanya orang gila yang mengaku beriman namun abai atas tanah airnya, atau bahkan melakukan kerusakan-kerusakan di bumi pertiwinya. Indonesia adalah rahmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri dengan memelihara segala isi yang terkandung di dalamnya, termasuk keragaman-keragaman suku, bahasa, bahkan agama.

Memerdekaan negeri ini membutuhkan pengorbanan yang begitu besar. Manaifestasi dari rasa syukur adalah tentunya dengan mencintai dan merawatnya. []

RESUME MINGGU KE-5 HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan : 19 AGUSTUS 2017   
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : Media Masa dan Kebebasan Informasi
Dosen : Hazairin Sitepu - 08121104448
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 12 AGUSTUS 2017

FENOMENA HOAX
Dunia sedang mengalami revolusi besar di bidang teknologi informasi. Revolusi ini memberikan impact kepada kehidupan sosial, ekonomi, agama dll. Dampak dari revolusi besar ini bisa positif, bisa negatif bergantung pada sikap dan peran kita. Agama memiliki peran yang paling penting dalam menghadapi revolusi teknologi informasi.
Fenomenda Dekadesi yakni penurunan nilai-nilai kepatuhan norma sosial kini semakin menggejala. Nilai-nilai positif semakin tergerus, mulai dari level yg paling bawah, yakni keluarga. Sikap penghormatan terhadap orang tua, bertentangga, interaksi sosial, budaya-budaya lokal dsb telah mulai luntur. Fenomena individualistis dipengaruhi oleh perkembangan gadget sebagai life style. Segala informasi dapat di akses dan diterima, tidak terkecuali informasi dan berita hoax.
Hoax adalah informasi yg tidak atau belum dapat dipertanggungjawabkan pembuktian hukum dan kebenarannya. Saat ini hoax telah menggejala dan semakin mengkhawatirkan, karena berita-berita hoax yg cenderung provokatif. Setiap orang dapat langsung akses dan turut menyebarluaskan tanpa adanya pertanggungjawaban pembuktian atas kebenarannya.

Bagaimana peran Agama dan Ulama?
Islam telah mengajarkan tentang bagaimana sikap tatkala menerima berita. Dalam surat Al Hujurat Ayat 6, sbb:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan”
Sebagaimana turunnya Surat Al-Hujurat Ayat 6 atas kisah  suku Al Musthaliq yang dipimpin oleh Al Harits bin Dlirar. Nabi memerintahkan tabayun ketika mendapati informasi negatif terhadap Al Harits. Sehingga kebenaran terkonfirmasi dan terhindar dari provokasi yang salah. Nabi memerintahkan bertabayun, karena apabila tidak maka akan terjadi musibah bagi kaum yang diberitakan tersebut juga memicu perpecahan dan peperangan.[]


Tanggal Penyerahan : 19 AGUSTUS 2017  
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : Tasawuf dan Tauhid
Dosen : KH Husnudin
Jenis Tugas : Resume
Tanggal Materi : 12 AGUSTUS 2017

Hikmah ke 16
“Tidaklah  meninggalkan sedikitpun dari kebodohan (bodoh sekali) bagi orang yg menginginkan terjadi pada saat ini selain dari yg Allah nampakkan saat ini”
Artinya, sungguh teramat bodoh bagi seseorang yang mengadakan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah. Karena, tidak suatu masa pun yang berjalan melainkan di situ pasti ada takdir Allah yang dilaksanakan.
Hikmah ke 17
“Menunda amal perbuatan [kebaikan] karena menanti kesempatan lebih baik, suatu tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”
Artinya, menunda kesempatan dalam beramal baik adalah perbuatan bodoh, karena momentum tersebut  di waktu yg lain bisa jadi berada pada level yang berbeda atau bahkan tidak kembali datang sama sekali karena lebih didahului oleh datangnya kematian.
Hikmah ke 18
“Jangan engkau meminta kepada Allah supaya dipindahkan dari suatu masalah kepada masalah yang lain, sebab bila Allah menghendakinya tentu telah memindahkanmu, tanpa merubah keadaan yang terdahulu”
Allah menjadikan manusia dengan segala kebutuhannya, sehingga manusia tidak perlu khawatir, ragu dan jemu terhadap suatu takdir pemberian Allah. Walaupun terkadang berbentuk penderitaan pada lahirnya, namun hakikatnya adalah sebuah kenikmatan, tentu bagi yang mengetahui hakikatnya. Sebab tidak ada sesuatu yang tidak muncul dari rahmat Allah.
Hikmah ke 19
“Tiada kehendak dan semangat seorang salik [yang mengembara menuju kepada Allah] untuk berhenti ketika terbuka baginya sebagian yang ghaib, melainkan diperingatkan oleh suara hakikat. Bukan itu tujuan, dan teruslah mengembara berjalan menuju ke depan. Demikian pula tiada tampak baginya keindahan alam, melainkan diperingatkan oleh hakikatnya: Bahwa kami semata-mata sebagai ujian, maka janganlah tertipu hingga menjadi kafir”
Seorang salik akan selalu mengabaikan manusia dan dunia, kecuali manusia yang senantiasa mengajak kepada kebajikan. Segala bentuk yang tampak mata termasuk gemerlapnya dunia adalah ujian yang dapat menipu dan menghantarkan kepada kekufuran. Menjadi penting untuk selalu merasa berada dekat di sisi Allah dan tidak berhenti pada suatu tujuan apapun selain kepada kebesaran ridha Allah.



REFLEKSI MINGGU KE-5 MUHAMAD YUSUP MUI RANCABUNGUR

Tidak ada komentar:
Tanggal penyerahan resume : 12 Agustus 2017
Nama : Muhamad Yusup, S.Pd
Utusan : MUI Rancabungur
Jenis Tugas : Refleksi

Alhamdulillahirobbilalamin. Di minggu ke  5 perkuliahan saya masih tetap bersemangat dalam kuliah walaupun dalam materi stadium general pak Hazairin Sitepu dari Radar Bogor ada keterlambatan. Sehingga materi yang sebetulnya bagus untuk bekal dalam dunia informasi jadi hanya sedikit yang dapat diterima. Saya sedikit kurang focus dalam mengikuti perkuliahan karena kondisi fisik yang kurang sehat. Saya merasa mulai terpecah kegiatan perkuliahan karena sedang memikirkan kegiatan off campus. Saya berharap para pemateri dalam perkuliahan lebih focus pada materi tidak terlalu berbicara kemateri lain yang kadang – kadang jauh dengan materi yang harus ditampilkan. Saya berharap kedepan penyampaian materi lebih focus kepada materi yang sedang diajarkan. Semoga Alloh memberikan kepada kita semua kebaikan dan keberkahan.

Aamin ya Alloh

RESUME MINGGU KE-5 MUHAMAD YUSUP MUI RANCABUNGUR

Tidak ada komentar:
anggal penyerahan resume : 20 Agustus 2017
Nama : Muhamad Yusup, S.Pd
Utusan : MUI Rancabungur
Mata Kuliah : Ullumul Hadist
Dosen : Drs. K.H. Sanusi Azhari
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 12 Agustus 2017
Sebelum mempelajari ilmu hadist, perlu diketahui istilah – istilah dalam ilmu hadist antara lain :
  1. Shahih, ialah rawi-rawinya tidak tercela, sanadnya tidak putus, tidak berillat, tidak berselisih dengan yang lebih kuat, maknanya tidak berselisih dengan yang lebih kuat, maknanya tidak berselisih dengan Qur’an atau dengan hadis Mutawattir
  2. Hasan, sama dengan hadist shahih, hanya dalam sanadnya ada rawi-rawi yang mempunyai sedikit kesalahan
  3. Dhaif, kebalikan dari hadist shahih dan hadist hasan
  4. Qudsi, ialah hadist yang maknanya dari Alloh tapi susunan katanya dari nabi S.A.W
  5. Disahkan oleh si Fulan, ialah si Fulan menanggap hadist itu shahih
  6. Dihasankan, hadist yang di hasankan
  7. Dilemahkan, hadist yang danggap lemah
  8. Ditambah, dalam riwayat yang ada tambahannya, dan tambahan bukan dari nabi tapi dari rawi
  9. Tujuh, Hadis yang diriwiyatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasa’i
  10. Enam, Hadist yang dirwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasa’i
  11. Lima, Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasa’i
  12. Empat, Hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasa’i
  13. Tiga, Hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi
  14. Muttafaq Alaih, Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim









 
back to top