Sabtu, 07 Oktober 2017

REFLEKSI MINNGU KE-12_AJENG UMARO PCNU KAB. BOGOR

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan Materi, 07 Oktober 2017
Nama               : Ajeng Umaroh
Utusan             : PCNU Kab. Bogor
Kelompok        : IV
Mata Kuliah     : Refleksi
Dosen              :
Tugas               : Refleksi
Tanggal Materi : 30 September 2017

REFLEKSI

Allah Subhanahu wa ta’ala, Tuhan yang maha Esa menciptakan manusia semata untuk beribadah kepada-Nya. Namun kebanyakkan manusia masih belum taat untuk melaksanakannya, demikian pula hamba yang masih suka melakukan apa yang sebenarnya tidak disukai oleh Allah SWT (Robbi Warobbukum).
Sebagai seorang muslim dalam menjalani kehidupannya belum merasakan ada keterikatan janji sama Allah, untuk selalu beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada manusia  serta tidak ingin menyusahkan mereka. Selalu mawas diri dan berhati tidak terjerumus kedalam Neraka. Sikap kehati-hatian semacam ini menyebabkan  hidup semakin berarti dan tidak merasa kesepian karena Allah selalu bersamanya.
Hamba yang mempunyai akal dan kecerdasan adalah hamba yang mempunyai sebutan (Ulul Albab) dengan sifat-sifat berikut :
1.      Memenuhi janji Allah untuk melaksanakan semua perintahnya dan mengabdi kepada-Nya.
2.      Tidak melanggar janji yang sudah diucapkan baik dengan sesame atau dengan Allah.
3.      Melanjutkan apa saja sesuai ketetapan Allah (Silaturrahmi, serta konsisten dalam Iman dan Ibadah).
4.      Takut tetapi penuh pengagungan dan tetap segan kepada Allah yang memelihara mereka.
5.      Takut akan hisab (perhitungan amal) di akhirat.
6.      Mereka selalu bersabar dalam segala urusan
7.      Melaksanakan shalat
8.      Berinfaq dari sebagian harta yang Allah berikan.
9.      Membalas keburukan dengan kebaikan

#Hidup selalu indah untuk dinikmati.


RESUME MINGGU KE-12_AJENG UMAROH PCNU KAB. BOGOR

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan Materi, 07 Oktober 2017
Nama               : Ajeng Umaroh
Utusan             : PCNU Kab. Bogor
Kelompok        : IV
Mata Kuliah     : General Stadium
Dosen              : KH. Kholil Nafis, PhD
Tugas               : Resume
Tanggal Materi : 30 September 2017

PEDOMAN KODE ETIK DA’I

  1. Tanggung jawab dan hormat kepada orang lain, mengenal posisi diri dalam kapasitas sebagai apa dan siapa diri kita ini.
  2. Pelayanan yang maksimal, seorang Da’I harus berkarakter dan lemah lembut dalam melayani segala kebutuhan untuk di berbagai masalah.
  3. Menjunjung tinggi kepribadian dan moral, seorang Da’I harus  berakhlaqul karimah, toleran terhadap perbedaan yang ada dimasyarakat dan mampu meredam emosi.

ETIKA DAKWAH

  1. Menyatukan antara ucapan dan perbuatan
  2. Tidak melakukan pemcampuradukan aqidah agama-agama lain.
  3. Tidak mengikuti sesembahan non muslim.
  4. Bersikap adil dan bijaksana.

KUALIFIKASI DA’I

  1. Kualitas fisik, kondisi jasmani, yang sehat dan prima energi penuh vitalitas.
  2. Kualitas lisan, kompetensi dalam menggunakan lidah dan mengendalikannya dengan bertutur kata benar, lembut, tepat, efektif dan efisien.
  3. Kualitas ke-ilmuan harus mumpuni, mempunyai kompetensi dalam segala aspek ke-ilmuan, memiliki prinsip, dan aplikatif, penguasaan dalil, sunnah dan hadist secara bacaan serta pemahaman (faham).
  4. Kualitas ekonomi, kompetensi ekonomi yang mumpuni dan pendidikan, karena kelemahan ekonomi menjadi kendala untuk berdakwah.

KOMPETENSI DA’I
  1. Kompetensi Tablih
Kemempuan untuk memahami dan menghadirkan kebutuhan objek-objek dakwah.
  1. Kompetensi Irsyad
Kemampuan berkomunikasi dua arah.
  1. Kompetensi Tadbir
Kemampuan berjiwa besar dan amanah.
  1. Kompetensi Tathwir
Berkemampuan dan berkopetensi di tengah masyarakat.
  1. Kompetensi Tarbi
Kemampuan merawat, mengasuh, dan mengayomi serta menjadi suri tauladan di masyarakat.


***************************************************************************

Tanggal Penyerahan Materi, 07 Oktober 2017
Nama               : Ajeng Umaroh
Utusan             : PCNU Kab. Bogor
Kelompok        : IV
Mata Kuliah     : Bahtsul Masa’il
Dosen              : DR. KH. Aim Za’imuddin, MA
Tugas               : Resume
Tanggal Materi : 30 September 2017

DEFINISI BAHTSUL MASA’IL
            Bahtsul masa’il adalah upaya yang dilakukan oleh orang-orang yang punya kompetensi untuk membahas hukum-hukum dari satu atau beberapa masalah dengan mengambil dalil dari Al-qur’an, Al hadist, Assunnah, Ijma’ dan Qias serta dapat dijadikan sebagai hujjah.
            Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam Bahtsul Masa’il :
a.       Hukum yang ditetapkan harus selaras dengan maqasid al asy’ariah yang bermuara pada al maslahah “al ammah”.
b.      Produk hukum juga  harus selaras dengan apa yang dikehendaki oleh syar’i atau men dekatinya, maka siapapun yang melakukan istimbath harus memahami maqasid al asy’ariah.
c.       Al-qur’an dan Assunnah tidak mengatur secara detail seluruh persoalan “mu’amalah” yang meliputi banyak aspek kehidupan, hukum yang berdiri diatas landasan yang berubah dan berkembang, niscaya akan berubah dan berkembang juga.
d.      Setiap mustambith hendaknya menempatkan diri dalam posisi berusaha menempatkan hukum selaras dengan Al-qur’an dan Assunnah. Tetapi tidak boleh mengklaim bahwa pendapatnyalah yang paling sesuai dengan Al-qur’an dan Assunnah. Prinsip ini penting dikedepankan mengingat  latar belakang “mustanbith” yang meliputi tradisi ke-ilmuan, rangkaian guru, lingkungan dan lain-lain, sangat berpengaruh pada produk hukum yang ditetapkan, karena dalam kontek “istinbath” walaupun berpijak pada dalil yang sama. Sangat memungkinkan menghasilkan produk hukum yang berbeda.


 *********************************************************************************


Tanggal Penyerahan Materi, 07 Oktober 2017
Nama               : Ajeng Umaroh
Utusan             : PCNU Kab. Bogor
Kelompok        : IV
Mata Kuliah     : Kajian Fiqh
Dosen              : KH. Ma’mur Zawawi
Tugas               : Resume
Tanggal Materi : 30 September 2017

PERBANDINGAN MADZHAB

*      Imam Syafi’i                150 H – 204 H
*      Imam Hanafi               80 H – 150 H
*      Imam Maliki                90 H – 179 H
*      Imam Hambali             160 H –
*      Ulama harus hosyah kepada Allah.
*      Ulama yang mumpuni sekarang sudah langka.
*      Allah tidak akan mencabut ilmu dari para kiyai.
*      Allah akan mewafatkan para ulama.
*      Akan datang masa atau zaman dimana akan ada banyak ulama, tetapi tidak punya skil untuk berdakwah.
*      Thaharah (bersuci) ada dua, yaitu  besar dan kecil.
*      Hadas yang kecil dan hadas yang besar.
*      Hadas kecil dikondisikan dengan wudlu.
*      Hadas besar dikondisikan dengan mandi besar (mandi junub/adus)
*      Pengganti dari wudlu dan mandi besar adalah Tayamum (bila syarat dan rukunya terpenuhi)
*      Tayamum hanya dipakai sekali dalam shalat.





Jumat, 06 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-12_HILAL HAMDI MUI CIAWI

Tidak ada komentar:
REFLEKSI

Menjelang libur on kampus menuju study off campus, ini membuat kita melepas kegiatan-kegiatan on kampus yang sehingga kita konsentrasi penuh pada kegiatan-kegiatan off kampus, se[erti MGTS, MGTM, temu tokoh, temu alumni dan temu tokoh juga tidak cukup Cuma satu dua tokoh bahkan bisa sampai empat dan lima tokoh yang kita temui.
Sungguh sangat menguras waktu dan tenaga, bukan perjuangan yang ringan atau kecil, sungguh ini adalah perjuangan yang berat dan besar.
Karena kami bukanlah mahasiswa PKU saja, yang hanya mengurusi kegiatan kampus PKU saja, banyak waktu dan kesempatan yang bentrok dengan kegiatan/aktivitas pekerjaan kantor, keluarga dan social bermasyarakat, karena kami juga bagian dari masyarakat yang dituntut aktif ditengah-tengah masyarakat.
Maka dari itu, kita harus pandai-pandai mengatur waktu, kurang-kurangnya kita mengatur waktu, kita bisa dikucilkan di masyarakat, dicuekkin keluarga bahkan kita bisa dikeluarkan dari pekerjaan karena banyak izin demi suksesnya kegiatan-kegiatan PKU.
Sungguh karena kami milik semua elemen-elemen di atas, maka kami pun harus berada pada elemen-elemen itu walau tidak ada yang sempurna.
Bukan nilai yang kami cari tapi kebersamaan kita yang harus kita jaga disetiap waktu dan keadaan.


RESUME MINGGU KE-12_HILAL HAMDI MUI CIAWI

Tidak ada komentar:
Tanggal penyerahan resume      : 7 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : SG
Dosen                                        : M. Abdul Aziz dan M. Fahmi
Tgl materi                                  : 19 Agustus 2017
                                                                                     
Media Milenial dan Globalisasi

Dua pembicara yang handal dan terhitung sangat masih muda ini adalah mempunyai latar belakang santri dan disertai pengalaman kerja serta kuliah pada jurusan yang sangat mendukung aktivitasnya sehari-hari.
Menurut M. Abdul Aziz bahwa generasi milenial itu adalah generasi yang lahir pada tahun 1981 sampai tahun 1994. Generasi milenial ini tidak bisa terlepas dari hp, karena mereka selalu mengakses atau selalu berhubungan dengan internet.
Generasi ini lebih memilih media social dari pada media masa, baca-baca buku apalgi mendatangi majlis-majlis ta’lim.
Data mengatakan bahwasannya pengguna internet, medsos atau pengguna hp di Indonesia sangatlah tinggi yaitu bisa mencapai 50 %.
Cara mengenali generasi milenial:
-          Tidak langsung dapat menerima informasi yang datang padanya, mereka selalu kroscek atau menggali dari sumber-sumber yang lainnya
-          Lebih memilih ponsel dari pada tv
-          Wajib memiliki MedSos
-          Kurang membaca buku
-          Lebih memahami teknologi dari pada orang tuanya
-          Tidak loyal tapi lebih mengutamakan kepada kerja
-          Transaksinya lebih menyukai jenis transaksi yang tidak langsung seperti menggunakan ATM.
Macam-macam SosMed:
-          Instagram (durasidetik )
-          Twiter (durasi menit)
-          Youtube (durasi jam)
-          Website (media tulis menulis dan media)
-          Blog (tulisan saja).

Proses Kreatif:
-          Konten (cerita, kejadian, berita, kuliner dan lain-lain)
-          Ide ( kamera, editing, music, font dan foto)
-          Drama ( ironi, kelebihan, kekurangan dan kemanusiaan)
-          Dana (budgeting)

Proses Teknis:
-          Ada peristiwa
-          Olah konten
-          Ide dan pengembangan
-          Eksekusi lapangan
-          Proses editing
-          Preview dan
-          Rilis.
Menurut M. Abdul Aziz bahwa pertemuan kali ini sangatlah pendek dan sangat jauh dari cukup apalagi memuaskan, bahkan beliau menawarkan tiga kali pertemuan lagi untuk membahas bagaimana caranya meliput, mengambil gambar yang baik dan lain-lain.

 *********************************************************************************

Tanggal penyerahan resume      : 7 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : Tasawuf
Dosen                                        : KH. Husnuddin
Tgl materi                                  : 19 Agustus 2017

Hikam

1.      Janganlah mencari-cari waktu senggang untuk mendekatkan diri kepada Alloh karena itu akan mengalihkan posisimu.
2.      Janganlah heran selama hidup di dunia, pastilah masalah itu akan datang silih berganti karena dunia adalah tempatnya masalah
3.      Keinginanmu tidak akan pernah sulit selama engkau masi mau mencari Alloh dan keinginanmu akan menjadi sulit apabila dirimu hanya mencari dirimu sendiri
4.      Di antara tanda-tanda kesuksesan seseorang adalah kembalinya mereka kepada Alloh swt
5.      Apa yang tersimpan di dalam hatimu, akan Nampak pada prilakumu
6.      Introspeksi itu lebih baik dari pada mencari yang gaib
7.      Alloh tidak tertutup, yang tertutup itu hanyalah pandanganmu. Apabila Alloh tertutup sesuatu maka sesuatu itu menutupi Alloh.

*   *********************************************************************************

Tanggal penyerahan resume      : 7 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : Dakwah Lingkungan
Dosen                                        : Aties Herdiana, ST
Tgl materi                                  : 19 Agustus 2017

Da’wah Lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan mungkin satu hal yang tersingkirkan dari mata kaum muslimin, seakan-akan menyeru untuk menjaga kebersihan lingkungan itu bukanlah sebaian dari dakwah.
Menurut beliau bahwa Indonesia sudah masuk kedalam kategori darurat sampah dan beliau mencanangkan pada tahun 2020, Indonesia harus masuk kategori bebas sampah, wabil khusus Bogor.
Bayangkan, kalau sehari saja bogor sudah dapat mengeluarkan sampah sekitar 600 ton, bagaimana kalau sebulan dan bagaimana kalau setahun.
Beliau mengajak masyarakat Bogor untuk menjaga lingkungan, membersihkan lingkungan. Beliau menggembor-gemborkan slogan;
“sampahku tanggung jawabku
Sampahmu tanggung jawabmu”
Namun dalam kenyataannya sampahku menjadi tanggung jawabmu dan sampahmu menjadi tanggung jawabku.
Jauh-jauh hari MUI kabupaten Bogor telah menertibkan fatwa tentan kebersihan lingkungan, bahwa pengelolaan sampah itu untuk mencegah kerusakan lingkungan(fatwa MUI 47/2014).
Tidak hanya itu, bahwa bahwa pelaku pembuang sampah sembarangan dapat dikenakan denda sebesar 50 juta dan kurungan selama 6 bulan.
Mari kita jaga lingkungan kita masing-masing, agar supaya nyaman untuk kita berinteraksi dengan kawan, sahabat, keluarga, tetangga dan dengan lingkungan, lingkungan bersih, hidup kita pun memnjadi sehat dan pikiran menjadi jernih.

*********************************************************************************




 
back to top