Jumat, 20 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-14_HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : -
Dosen : -
Jenis Tugas : REFLEKSI
Tanggal Materi : 14 Oktober 2017



Mencapai Kondisi Ideal
Kadangkala, kita pernah merasa dalam kondisi yang tidak ideal. Entah jodoh yang belum kunjung tiba, gaji yang belum kunjung cukup, pekerjaan yang tidak sesuai cita-cita, mendapati tempat pekerjaan jauh dari keluarga, adanya saudara yang menciptakan permusuhan, dan sebagainya. Semua kita pandang sebagai kondisi yang tidak ideal. Karena menurut kita, kondisi ideal adalah jodoh yang dekat, gaji yang tinggi, pekerjaan dekat rumah dan saudara-saudara yang guyup akur.
Kalau demikian cara pandang kita, berarti “kondisi ideal” adalah menuntut hal-hal dari luar untuk kita paksa sesuai dengan keinginan kita. Perspektif ini selalu menempatkan situasi sebagai faktor domino atas suatu masalah. Bahwa cara paling layak meensikapi kondisi menurut perspektif ini adalah dengan meyalahkan keadaan.
Bukankah keadaan itu sesuatu yang “given”, sebuah karunia Allah yang selalu melingkupi kita sepanjang kita masih hidup di dunia ini. Menyalahkan keadaan sama artinya dengan menyalahkan Sang pemberi keadaan.
Ada satu sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah di saat mengalami kesulitan menghadapi penduduk jahiliyah. Rasul memilih untuk berbuat sesuatu daripada sekedar menyalahkan keadaan. Rasul pelan-pelan mencari jalan keluar dan mampu survive hingga pada akhirnya melahirkan peradaban dunia yang kita warisi sampai dengan saat ini.

Maka dari itu, cara terbaik menghadapi kondisi yang kita anggap tidak ideal adalah dengan menghadapi dan mencari cara jalan keluarnya. Karena kondisi ideal sejatinya hanya terjadi bagi yang mampu berdamai dengan keadaan.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top