Jumat, 27 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-15_HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
Tanggal Penyerahan : 28 Oktober 2017        
NILAINama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : -
Dosen : -
Jenis Tugas : REFLEKSI
Tanggal Materi : 21 Oktober 2017


Jangan [mau] Menjadi Produsen Provokasi
Dalam kamus besar Bahasa Indonesa, Provokasi adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan. Baru-baru ini tengah marak kegiatan-kegiatan yang bermuara ujian kebencian. Tidak hanya di media sosial dan jejaring chat, bahkan ditemukan juga di dalam kegiatan-kegiatan dakwah termasuk di dalam materi khutbah jumat. Ironi memang, kegiatan dakwah yang seharusnya dengan akhlak, terdistorsi oleh perilaku yang tidak menunjukkan sebagai suri tauladan.
Provokasi dalam teori gerakan sosial, menjadi kunci dalam pemenangan tujuan walau dilakukan dengan cara-cara kotor. Bahkan dikatakan, 99% dari materi provokasi adalah hoax dan fitnah. Suatu massa bisa terbakar amarah dan kehilangan akal sehat karena provokasi yang masssive.
Tanpa disadari, kadang kita ini telah menjadi bagian dari produsen provokasi, setidaknya sebagai agent yang mendukung provokasi tersebut. Hal paling sederhana adalah, kita sering meneruskan pesan-pesan negatif dan ujuran kebencian, tentang pembunuhan karakter seseorang. Dimana belum terklarifikasi fakta-faktanya. Hanya karena ketidaksukaan kita terhadap seseorang yang menjadi objek provokasi tersebut, kita seolah menjadi pembenar dengan meneruskan pesan-pesan tersebut ke dalam chat-group. Dan ini adalah cara efektif yang digunakan oleh para pemesan/pembuat provokasi dengan memanfaatkan kita menjadi agent-agent mereka.

Sekali lagi, bukankah kita ini representasi dari Ulama yang sudah di kader di pendidikan kader ulama, yang seharusnya bisa lebih arif dan bijaksana dalam melihat fenomena. Kemampuan kita dalam membaca jauh atas setiap gerakan-gerakan intelegen dan bahkan kontra-intelegen di uji. Mari kita lebih arif dan bijaksana, dengan tidak menjadi bagian dari agent-agent penebar hoax dan provokasi.[]

RESUME MINGGU KE-15_HMS. HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tanggal Penyerahan : 28 Okt 2017     
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : ULUMUL HADIS
Dosen : KH. SANUSI AZHARI
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 21 Okt 2017

RELASI DOA DENGAN MAKANAN HALAL

  • Wajib hukumnya menjaga tubuh dari asupan makanan non halal (haram, syubhat, makruh)

  • Mensifati Allah dengan Dzat Thoyib [baik], baik berkenaan dengan zat, sifat dan perbuatan-Nya

  • Senantiasa mensucikan Allah dengan mensucikan dari dari makanan yang haram

  • Allah hanya akan  menerima amalan-amalan yang baik [Thoyib] dan Halal

  • Allah memerintahkan untuk memilih makanan yang bersih dan sehat

  • Makanan haram menjadi penghalang dikabulkannya doa

  • Dijelaskan dalam hadis Rosululloh saw, bahwa doa tidak akan diqobul jikalau:
1.      Masih makan, minum dan berpakaian dari hasil yang haram
2.      Dilakukan dengan keadaan riya’
3.      Penuh dengan ujub

4.      Sum’ah
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanggal Penyerahan : 28 Okt 2017        
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : Bidayatul Mujtahid
Dosen : KH. MAKMUR JAWAWI
Jenis Tugas : RESUME
Tanggal Materi : 21 Okt 2017

Sholat Jumat Part 2
Kewajiban atas pelaksanaan sholat jumat adalah bagi para mukallaf (Aqil Baligh).
Namun demikian terdapat 6 kondisi atas permasalahan dalam praktek pelaksanaannya, sbb:
  • Seseorang yang tidak termasuk dalam hitungan sholat jumat, namun sah sholatnya dan tetap wajib melaksanakan sholat jumat.
  • Wajib melaksanakan sholat jumat, akan tetapi tidak termasuk hitungan, seperti santri yang mempunyai niat untuk kembali kekampung halamannya
  • Wajib dan sah melaksanakan sholat jumat tapi tidak termasuk hitungan jamaah yang 40 [Syafi’i], seperti halnya orang yang murtad
  • Tidak wajib, tidak sah dan tidak termasuk hitungan, dalam hal ini orang kafir
  • Tidak wajib, tidak termasuk hitungan tapi sah sholat Jumatnya, seperti perempuan dan anak laki-laki yang baru yg blm baligh [mumayyiz saja].
  • Wajib, sah namun termasuk hitungan, contoh orang yang tengah sakit.
Syarat Pelaksanaan Sholat Jumat [5]
1.      Dilakukan secara berjamaah
2.      Empat puluh orang atau lebih
3.      Di tengah perkampungan padat penduduk [yang banyak jamaahnya]
4.      Pelaksanaannya di waktu dzuhur
5.      Sholat dilaksanakan setelah khutbah yang kedua

Rukun khutbah [5]
1.      Membaca Kalimat Pujian kepada Alloh, seperti Al-Hamdulillah
2.      Membaca sholawat Nabi
3.      Menyeru wasiat taqwa kepada para jamaah
4.      Membacakan salah satu ayat Al-Quran
5.      Membaca doa pada saat khutbah kedua

Khutbah bisa disampaikan dengan bahasa lokal [daerah], tidak harus bahasa Arab [ref. I’anatut Thalibib]

Rabu, 25 Oktober 2017

REFLEKSI MINGGU KE-15_ABD WAHAB MUI CARINGIN

Tidak ada komentar:
Tgl Penyerahan : 28 Oktober  2017
Nama : Abdul Wahab, S.Pd
Utusan : MUI Caringin
Mata Kuliah : Refleksi
Dosen : -
JenisTugas : Refleksi


Ilmu itu adalah simbol kejayaan umat

Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah, karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya, hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. Syahadatpun harus selalu kita benahi, biar lebih mendekati makna yang hakiki. Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul, ujung tombak pembawa pelita kehidupan.
Ilmu, telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu, bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa, bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. Akan tetapi sayang seribu kali sayang, sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia.
Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. Akankah kita bergelimang dalam kebodohan, padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. Lalu, tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu agama sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita?
Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati, tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, gudangnya periwayatan hadits, sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau, dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin.
Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa), memang hartanya telah sirna, tapi ilmunya tak pernah sirna, kita semua masih tetap membacanya. Ilmu, sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan, tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya, bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman, lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk, semakin susah pula untuk mencari tempat menyimpannya, belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.
Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. Para ulama (Ahli ilmu syari’at), termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya,
Para ulama, mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat Ilmu adalah jalan menuju Surga, tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu,Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu, sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah.

REFLEKSI MINNGU KE-15_HILAL HAMDI MUI CIAWI

Tidak ada komentar:
Refleksi

Nama : Hilal Hamdi


Bukan perjuangan yang mudah dan ringan, bisa menyelesaikan pendidikan di PKU angkatan XI ini. Selain banyak tugas yang seabreg juga banyaknya acara yang berbenturan dengan jadual kuliah.

Tidak pandai-pandainya memenej dan kalau tidak sabar-sabarnya, semua bisa ditinggalkan dan berakhir dengan sebuah kegagalan.

Selain manusia yang senantiasa berbisik untuk melemahkan niat, syetan pun lebih ikut andil dalam melemahkan pelaksanaan pendidikan ini.

Syetan masih bisa damai dan ikut bahagia melihat manusia bekerja untuk anak-anak dan istrinya, syetan mungkin masih bisa mentolelir orang-orang yang gemar berjamaah kemasjid, tapi syetan tidak senang, tidak tentram bahkan marah besar kalau melihat manusia masih semangat belajar agama, sehingga syetan laknatulloh itu selalu menggoda, selalu membisik danmembius anak adam yang masih disibukkan dengan tolabul ilmi.

Setan berkeinginan untuk menjadikan anak cucu nabi Adam sebagai temannya dineraka, makanya syetan selalu menggunakan waktu-waktu senggangnya untuk menngoda manusia agar supaya menjadi ummat yang sesat dan menyesatkan.

Hanya kepada orang yang istikomahlah syetan serah bongkokan.


Belajar dan berusahalah untuk bisa istikomah dalm setiap aktifitas peribadahan, karena syetan tidak bisa menggoda kepada orang-orang yang mampu istikomah dalam beribadahnya.

RESUME MINGGU KE-15_HILAL HAMDI MUI CIAWI

Tidak ada komentar:
Tanggal penyerahan resume      : 28 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : SG
Dosen                                        :  Ust. Hariri Makmun, MA
Jenis Tugas                                : Resume
Tgl materi                                  : 21 Oktober 2017

Dinamika Islam Moderat di Era Globalisasi

Hampir 150 menit beliau habiskan untuk menyampaikan seputar Ikhwanul Muslimin (IM ). Menurutnya IM lahir pada tahun 1928 oleh seorang muda yaitu Hasan Al-Bana.
Pada awalnya beliau Hasan Al-Bana dalam pembentukan IM melakukan pembinaan organisasi secara rutin selama kurang lebih empat tahun yaitu sejak awal lahir yaitu pada tahun 1928 hingga 1932 masehi, pada fase ini dikenal dengan fase marhalah bina. Pada marhalah ini beliau Hasan Al-Bana berhasil dengan hasil yang sangat memuaskan yakni terbukti dengan semakin banyaknya kaum intelektual yang sejalan bahkan bergabung u, sehingga dengan organisasi yang beliau bentuk.
Kemudian setelah beliau berhasil pada marhalah ini, beliau melanjutkan pembinaan yang selanjutnya yaitu marhalah siyasah ( pembinaan pada sector politik ). Marhalah ini beliau lakukan selama kurang lebih 20 tahun.
Namun sayang, di tengah-tengah kesemangatan beliau, tak sedikit pula orang-orang yang menginginkan nyawanya untuk diambil dan diserahkan kepada penguasa pada waktu itu, sehingga beliau wafat dalam keadaan masih sangat muda dan dalam keadaan tertembak.
Namun karena kehebatan dan keikhlasannya di dalam perjuangannya, bolehlah Hasan Al-Bana meninggal namun para pejuang-pejuang generasi penerusnya tidak hanya sampai disitu atau takut mati tertembak seperti pipinannya yaitu wafat tertembak dan selalu hidupnya dimata-matain oleh sekelompok orang.
Ada sebagian kelompok yang menyatakan bahwa IM itu suatu pergerakan yang radikal akan tetapi ada juga yang menyatakan sebaliknya.
Puncak keradikalan IM itu sejak munculnya  beberapa tulisan/pemikiran-pemikiran Sayid Qutub ( Tafsir Fi Dzilalil Qur’an ).
Selain itu, beliau Ust. Hariri menyampaikan metodologi islam moderat, diantaranya:
1.      Akal tidak boleh dijadikan sebagai hakim
2.      Luwes dalam beragama/tidak keras
3.      Tdak mengkultuskan turos ( pemikiran lama )
4.      Pertengahan antara pendirian kalangan filsafat idealis maupun pragmatis
5.      Pertengahan antara filsafat liberal
6.      Lentur dan selalu adaptatif
7.      Tidak melakukan tajdid dan ijtihad
8.      Mencela pemuja organisasi
9.      Tidak berlebihan
10.  Terbuka terhadap peradaban mana pun dan
11.  Mampu mengadopsi pemikiran manapun selama tidan bertentangan dengan nash shohih.
Selain itu bahwa islam moderat itu memiliki prinsip kepemimpinan yang tertumpu pada suatu keadilan.
Namun penyataan dan penyampaian beliau Ust. Hariri banyak yang tidak sepakat, yang jelas karena pendapatan ilmu yang berbeda.

 000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
  

Tanggal penyerahan resume      : 28 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : Hadits Tematik
Dosen                                        :  KH. Sanusi Azhari
Jenis Tugas                                : Resume
Tgl materi                                  : 21 Oktober 2017
                     
Hubungan Antara Doa Dengan Makanan Halal

Menjaga perut dari makanan yang haram itu wajib, bahkan lebih baik pulang dalam keadaan merangkak dari pada harus pulang dalam keadaan kenyang karena makan makanan yang haram.
Banyak di antara kita yang berdoa kepada Alloh tentunya mengharap untuk dikabulkan keinginannya, namun diantara kita banyak yang tidak memperhatikan makanan yang mereka konsumsi setiap harinya.
Kalau doa kita mengharap untuk dikabulkan maka perhatikanlah makan dan minuman yang hendak masuk kedalam mulut kita hingga berjalan langsung masuk kedalam perut kita.
Apakah betul adanya, makanan ada hubungannya dengan doa yang kita panjatkan?
Menurut beberapa Hadits Rosululloh saw, bahwa doa itu tidak akan diterima apabila:
1.      Masih makan, minum dan berpakaian dari hasil yang haram
2.      Dilakukan secara riya
3.      Dilakukan dengan ujub dan
4.      Dilakukan dengan sum’ah
Jangankan dikabulkan, diterima pun tidak.
Maka dari itu, rasanya perlu bahkan wajib bagi kita untuk memakan, minum dan memakai pakaian yang halal.

000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

Tanggal penyerahan resume      : 28 Oktober 2017
Nama                                         : Hilal Hamdi
Utusan                                       : MUI  Ciawi
Mata Kuliah                              : Bidayatul Mujtahid
Dosen                                        :  KH. Makmur Jawawi
Jenis Tugas                                : Resume
Tgl materi                                  : 21 Oktober 2017

Jum’at Part II

Dala pertemuan terakhirnya beliau masih membahas tentang pelaksanaan ibadah sholat jumat, rasanya mengganjal disanubari apabila tidak diselesaikan.
Bahwa pelaksanaan ibadah sholat jumat ituwajib bagi para mukallaf, dalam masalah ini ada enam masalah, yaitu:
1.      Orang yang tidak masuk hitungan sholat jumat tapi sah sholatnya dan tetap wajib melaksanakannya
2.      Wajib melaksanakannya tapi tidak masuk hitungan, seperti santri yang mempunyai niat untuk kembali kekampung halamannya
3.      Wajib dan sah melaksanakannya tapi tidak masuk hitungan jamaah yang 40, sperti orang murtad
4.      Tidak wajib, tidak sah dan tidak masuk hitungan, seperti orang kafir
5.      Tidak wajib, tidak masuk hitungan tapi sah sholat Jumatannya, seperti perempuan dan anak laki-laki yang baru mumayyiz dan
6.      Wajib, sah tp masukhitungan, contoh orang sakit.

Syarat-syarat pelaksanaan sholat Jumat:
1.      Harus berjamaah
2.      Harus 40 orang atau lebih
3.      Ditengah desa yang banyak jamaahnya walau pelaksanaannya ditengah-tengah lapangan
4.      Pelaksanaannya diwaktu dzuhur dan
5.      Dilaksanakan setelah hutbah kedua.

Rukun khutbah ada lima:
1.      Pujian kepada Alloh dengan kata Al-Hamdulillah
2.      Membaca sholawat kepada Nabi saw
3.      Berwasiat takwa kepada para jamaah
4.      Membawa salah satu ayat Al-Quran dan
5.      Membaca doa pada khutbah yang kedua


Pada kitab I’anatut Tolibin dijelaskan bahwa khutbah menggunakan bahasa daerah (bukan bahasa arab ) itu tetap sah.
 
back to top