Jumat, 21 Juli 2017

TUGAS REFLEKSI HM. SYUKRON HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
SISA USIA vis a vis LUASNYA ILMU
Sebuah Refleksi Diri


Benar rupaya petikan kalimat dari Sahabat Ali Bin Abi Thalib, “Waktu Bagaikan Pedang”. tiada terasa, telah lebih dari separuh umur telah saya lalui. atau bahkan tinggal menyisakan jauh lebih kecil dari setengahnya, karena umur tiada yang dapat menerka.
Ada satu hal yang menyisakan kegelisahan dalam beberapa waktu terakhir saya alami, saya merasa semakin bodoh diantara luasnya padang kelimuan yang tak terlihat batas tepinya.
Kemalasan bercampur pemanjaan teknolgi semakin melengkapi diri untuk tidak beranjak dari ketertinggalan. Dunia instan telah mencabik waktu dengan sangat halus dan menina bobokkan diri hingga semakin jauh dari batas kelimuan.
Pendidikan Kader Ulama memberikan saya sebuah harapan besar, bertemua dengan teman-teman yang berlimpah ilmu serta kurikulum yang terstruktur sangat baik adalah sebuah kesempatan yang luar biasa bagi saya. Allah rupanya telah mempertemukan dengan samudera ilmu untuk saya ambil sebagai tinta dalam tetesan-tetesannya.
Semakin mengikuti agenda perkuliahan, semakin terasa bodoh saja diri ini. Bertemu dengan para narasumber yang mampu membuka tebing kesombongan diri atas secuil kapasitas adalah anugerah. Di pertemukannya dengan para peserta yang memiliki kemampuan bacaan kitab klasik dan wawasan fiqih di atas rata-rata memacu adrenalin diri untuk kembali membuka tiap tatihan-tatihan yang sempat dilupakan. Kembali bertemu dengan kita-kitab kuning, qowaid-qowaid yg kembali hafal adalah sensasi yang “full tasted”.
Semoga saya mampu memanfaatkan kesempatan dan waktu yang Allah berikan, kemudian semoga Allah membukakan segala hijab keterbodohan dan membimbing dalam menyerap ilmu-ilmu yang masalahat.

Amiin Yaa Mujibas Sa’iliin

Presented by H. Muhammad Syukron Habiby
Utusan MUI Cisarua

TUGAS RESUME HM. SYUKRON HABIBY MUI CISARUA

Tidak ada komentar:
MENCETAK ULAMA BERWAWASAN GLOBAL
Sebuah Resume Dari Pemateri Prof. Der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri


Profil
Prof. Gumilar mengambil gelar S1 dan S3 Sekaligus di Jerman dengan lulusan tercepat dan terbaik. ketekunan dan filosofi gelas kosong adalah kunci dalam mengejar ketertinggalan. beliau selalu disiplin membaca buku setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 12 malam.
081288340005
Fb: gumilar somantri
IG: gummilarsomantri

PENGANTAR
Ulama dari akar kata alima, ilmu, merujuk kepada orang2 berilmu. Ilmu di sini bukan berarti yang bersifat statis, yakni yg turun temurun tanpa melihat konteks kekinian. Ilmu  menuntut sebuah perkembangan yang dinamis sesuai dengan tuntutan zaman.
Al Quran, Hadis dan pendapat-pendapat ulama merupakan rujukan hukum adl alquran. Kalau dulu pendapat-pendapat ulama tertulis dalam kitab-kitab kuning, maka saat ini banyak pendapat-pendapat  ulama yg dituliskan dalam media digital, bahkan banyak yang sudah dimodifikasi ke dalam bahasa inggris, paper dsb.
Peradaban panjang di bumi ini berkembang dr zaman batu, berburu, bercocok tanam hingga termodifikasi ke dalam perdagangan. dan saat ini semakin berkembang dg laju yg cepat.
sekedar contoh, komputer  pada th 90-an merupakan barang baru. Komputer baru ditemukan setelah perang dunia 2, oleh ilmuan Yahudi, yakni org yg mampu memecahkan sandi perang jerman/rusia. Dia kemudian kembali ke kampus dan mengembangkan komputer, dr ukuran besar dg aplikasi yg masih sederhana. Dan pada pertengahan hingga akhir tahun 90an sudah berkembang sedemikian rupa dg ukuran kecil.

Membaca dengan disiplin dan tekun serta memegang filosofi gelas kosong adalah kunci mengejar ketertinggalan. Menurut literatur, kemampuan konsentrasi manusia rata2 tidak lebih dari 15 menit.
Cara mensiasati, setiap membaca selalu menuliskan point penting (penulisnya siapa, buku apa, penerbitnya), pakai karton kecil. Selama 6 bulan sudah membaca referensi sebanyak 17 halaman (ratusan buku)
Sementara menulis itu kuncinya, duduk, fokus, dihadapi.
Dalam menempa diri sbgai ulama, kebenaran hrs disambut dg kerja keras, juga dg doa dr ortu dan kita. Tidak pernah putus sholat 5 waktu, dalam keadaan apapun serta tidak lepas dr tadarus Alquran.

Apapun profesi yang diambil, jangan setengah setengah. Jadilah  ulama yg mau setiap saat mengembangkan diri.
Salah satunya, mengajar dg persiapan. Memberi ceramah dg persiapan. Membaca Koran, buku, banyak mendengar, berdiskusi.
Jangan tanggung2 bila masuk arena. Jadilah ulama yg hebat sekalian.

INTI PERKULIAHAN
Ulama akan selalu sentral dalam masyarakat islam, tentu kita memerlukan hadirnya ulama2 yg meguasai ilmu alquran, ilmu tafsir, ahli hadis dan sanat yg baik serta berwawasan sangat luas. Kalau ulama yg spt itu hadir ditengah2 peradaban yg berubah begitu cepat seiring dinamisnya sain dan teknologi, islam akan menjadi cahaya yg menyebar di selruh pelosok bumi. Islam tidak mungkin lekang dr zaman, karena seluruh penemuan sudah termaktub dalam alquran. Jadi ulama harus selalu memiliki kemampuan mengembangkan diri.
Kedua, ulama harus memiliki kebijaksanaan dalam memahami keragaman manusia. Ulama yg memahami kebijaksanaan, tidak akan menimbulkan keterpecahaan. Menyikapi perbedaan dg bijaksana.
Ketiga, disadari bahwa Allah menciptakan manusia berbeda2 dg suku ras yg beragam supaya saling kenal, walau Allah sangat mudah menjadikannya 1 Ragam seluruh mahluk-Nya. Sehingga agar tidak saling membenci. Walau genetiknya, rasnya berbeda, tapi kita berasal dr sumber ruh yg sama. Seringkali banyak kita temui ulama yg sempit pikirannya, mengkafirkan yg lain. Sikap fanatik akan menciptakan skeptik bagi orang lain.

ASPEK SOSIOLOGIS
Kedepan akan mengalami terjadinya perubahan yg luar biasa dahsyat. Peradaban manusia akan terbentuk suatu format yg sangat berbeda. Kalau saat ini merupakan era ketergantungan terhadap energy minyak, maka akan terjadi suatu era ketergantungan kita terhadap energy minyak bumi tidak lagi terjadi.
hal ini sudah mulai dirintis oleh negara-negara maju dalam menciptakan teknolgi kinetis penyimanan energy dalam sebuah  battery.  Sumber Browsing: Ghost cities in china.
Hal ini di duga untuk meyambut kebutuhan engery suatu Negara ampai dengan 50 tahun ke depan.
Kita harus menjadi ulama yg tanggap atas perubahan. Motor kapitalisme adalah ekspansi pasar.
Ulama yg berwasawan global, mempelajari keilmuan dari basic sampai tuntas.
Ulama berwawasan global adalah menempa diri. Membaca Koran, meihat berita, memiliki kemapuan artikulasi yag baik, kemapuan IT terkini, kemampuan bahasa asing, kemampuan presentasi  dan keluasan jaringan.
Ulama berwawasan global paham betul bahwa keanekaragaman menjadi hal keniscayaan yg tdk bisa dihindari. Sehingga kebijaksanaan harus tertanam sejak dini di benak seorang Ulama. Karena, wajah islam didunia sangat tergantung dari perilaku umat islam, khususnya ulamanya.
Presented by H. Muhammad Syukron Habiby
Utusan MUI Cisarua



Ulama adalah Pewaris Nabi sekaligus Kepercayaan Rosul
Sebuah Resume Dari Pemateri KH Sanusi Azhari
Profil
KH Sanusi Azhari Lahir di Bogor tahun 1942. Saat ini usia 75 tahun. Dibesarkan di lingkungan pesantren, di Cilendek Bogor yang didirikan oleh Kakeknya. Kyai Sanusi Mengaji sejak umur 5 tahun bersama para santri Ayahnya. Lulus Sekolah Rakyat tahun 1956, tamat SMP 1959 kemudian masuk PP Gontor dan lulus pada tahun 1964.
Selepas lulus dari dunia pendidikan, Kyai Sanusi Kerja di Kab Bogor sebagai Panitera, yaitu bagian mencatat Haji. Atas saran dari Ayahnya, Kyai Berhenti bekerja, lalu masuk ke Pesantren Lontar (6 bulan) belajat tafsir Alquran. selanjutnya masuk IAIN Syarif Hidayatullah pada Syariah.
Kemudian Kyai kerja di Departemen Agama pada bagian penerangan Agama. Tidak lama kemudian pindah menjadi guru agama di PGA Cibinong, setahun kemudian menjadi kepala sekolah, 3 tahun kemudian menjadi penilik Agama.
Beliau pernah menjadi anggota dewan dari Partai Golongan Karya selama 3 periode,  menjd ketua MDI Kab bogor, dan Ketua MUI Kab Bogor selama 2 periode, bahkan tercatat sebagai ketua MUI termuda di Provinsi Jawa Barat.
“Ponitnya, jangan berkecil hati menjadi kiai, Rezeki pasti datang”, tegas beliau.

INTI MATERI
Ulama akan menjadi pewaris Nabi, “al ulama’u warotsatul anbiya”
Sekaligus Ulama a
kan menjadi kepercayaan Rosul, “al ulama’u umanurrusul”
Manusia tidak akan tersesat selama-lamanya, kalau berpegang pada yg dua, yaitu Al Quran dan Sunnah.
Menjadi Ulama itu selain menguasai seluruh kaidah-kaidah Fiqih, Ilmu alat, juga memiliki keluasan wawasan serta akhlak yang terjaga.
Presented by H. Muhammad Syukron Habiby
Utusan MUI Cisarua


IJTIHAD dan TAQLID
Sebuah Resume Dari Pemateri Kyai Ahmad Maksudi

Profil
Kyai Ahmad Maksudi, lahir di Bogor pada tahun 1978. Beliau merupakan alumni PKU 1 dan saat ini menjabat  MUI Kecamatan Megamendung

IJTIHAD
Pengertian Ijtihad secara secara bahasa adalah mengerahkan segala kemampuan. Sementara istilah Ijtihad lebih sering diartikan sebagai sebuah tindakan sungguh-sungguh dari seorang ahli fiqih (fuqoha) dalam upaya menghasilkan prediksi syariat hukum.
Sehingga, Ijtihad dapat diartikan sebagai upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan, baik sumber daya maupun petunjuk ilmu pengetahuan demi utk mencapai sebuah hukum tertentu. Dan hukum yg dihasilkan oleh prosesi Ijtihad tersebut tidak memiliki kebenaran mutlak, krn hanya dlm bentuk persangkaan atau praduga yang lebih dikenal dengan “dzon” .
Mujtahid adalah seseorang yang menguasai keilmuan Al Quran dan Hadis secara menyeluruh baik teks (matan) maupun konteks makna penafsirannya, menguasai dalil-dalil qiyashi serta pemahaman yang baik terhadap sisi sosial kemanusian.
Mujtahid Muthlaq adalah seorang mujtahid yang hasil ijtihadnya dijadikan sandaran hukum secara mutlak. Dalam hal ini dikenal sebagai Imam Madzhab empat, yakni Maliki, Hanafi, Hambali dan Syafi’i.
Sejak tahun 300 H, fase Mjutahid telah terputus. Walaupun pandangan berbeda datang dari Imam As Suyuthi, yang berpendapat bahwa fase Mujtahid akan ada sampai akhir zaman.  Iman As Suyuthi mendasarkan pada dalil yang berbunyi “Allah akan mengutus orang yang baru untuk urusan Agama dalam setiap tahunnya”.
Pendapat tersebut ditolak oleh jumhur (sebagian besar) ulama, di mana jumhur ulama memaknai orang baru yang diturunkan Allah dalam urusan agama adalah orang yang menetapkan hukum syariat, bukan seseorang Mujtahid Muthlaq.
Sehingga orang baru yang maksud adalah Mujtahid Madzhab, yakni seorang Mujtahid yang menggali hukum-hukum dari kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh Mujtahid Muthlaq, dalam hal ini seperti Imam Mazani yang mendasarkan kepada Imam Madzhab empat yakni Imam Syafi’i.
Orang baru yang dimaksud tersebut juga bukan dalam arti Mujtahid Fatwa. Mujtahid Fatwa adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam “mentarjih”  sebuah hukum hasil pendapat-pendapat ulama. misalnya mentarjih pendapatnya Imam An-Nawawi dan Imam Ar-Rofi’i.
Bahkan sekaliber Imam Ibnu Hajar dan Imam Romli saja tidak dikategorikan sebagai Imam Fatwa, karena keduanya tidak sampai pada “level tarjih”, namun sebagai ulama yang bertaqlid saja.

TAQLID
Pengertian taqlid adalah sebuah perbuatan mengikuti pendapat Mujtahid tanpa memiliki pengetahuan mendalam terhadap dalil-dalil yang mendasarinya. Orang yang bertaqlid dinamakan sebagai Muqollid. Hukum bertaqlid adalah wajib bagi selain Mujtahid. Sedangkan bagi Mujtahid haram hukumnya bertaqlid. Hal ini sebagaimana kaidah “Sesungguhnya Mujtahid tidak boleh bertaqlid kepada Mujtahid lainnya”.
Seorang muqollid dalam bertaqlid diperbolehkan memilih salah satu dari empat madzhab. Seorang muqollid juga diperbolehkan berpindah madzhab, sepanjang masih ke dalam cakupan empat madzhab sesuai kebutuhan yang dipersyaratkan.
Sebagian besar ulama (Jumhur ulama) mewajibkan bertaqlid bagi seseorang yang bukan Mujtahid Muthlaq, baik betaqlid dalam pendapat maupun fatwanya.  Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 43, yang artinya
“Maka bertanyalah kepaa orang yang memiliki pengetahuan jika kammu tidak mengerti” (QS An-Nahl : 43)
Presented by H. Muhammad Syukron Habiby
Utusan MUI Cisarua


TUGAS REFLEKSI ZAHRATUSSA'ADAH MUI CITEUREUP

Tidak ada komentar:
Tgl Penyerahan Resume      : 22 Juli 2017
Nama                                      : Zahratussa’adah
Utusan                                    : MUI Citeureup
Jenis Tugas                            : Refleksi
Tgl Materi                              : 15 Juli 2017
 


MINGGU KE-I KEGIATAN PKU XI (15 - 16 Juli 2017)
15 – 16 juli ini adalah minggu pertama saya mengikuti kegiatan perkuliahan PKU yang di tempatkan di dharmais sukaraja cibinong bogor. Untuk pertama kalinya saya sendiri belum tahu dimana dharmais itu, namun alhamdulillah teman saya yang sudah lebih dahulu lulus PKU angkatan X di tugaskan menjadi panitia perkuliahan PDU sehingga saya pun bisa ikut berangkat bersama-sama dengannya ke tempat perkuliahan.
Setibanya di tempat lokasi perkuliahan, saya mencari informasi terkait penempatan kamar, dan saya ditempatkan di kamar B 12 dengan 3 orang teman lainnya, satu orang merupakan peserta PKU dan dua orang lainnya merupakan peserta PDU. Pada minggu pertama ini saya belum begitu mengenal seluruh peserta PKU, namun dalam waktu dua hari itu Alhamdulillah sudah bisa kenal dengan semua peserta perempuan khususnya meskipun belum mengenal semua peserta laki-lakinya.
Pada minggu pertama ini di awali dengan stadium general dari rector UI yang mengangkat tema “Mencetak umat  yang berwawasan global”. Pengalaman hidupnya sangat menginspirasi saya pribadi, terutama pengalamannya belajar di dunia pendidikan, tanpa melewati jenjang s2 beliau sudah bisa langsung belajar ketahap s3 dengan waktu yang relative singkat, itu semua beliau katakan bukan karena beliau pintar karena teman-temannya saat itu ada yang lebih pintar darinya, tapi beliau hanya merasa bahwa dirinya lebih beruntung dari yang lainnya, namun keberuntungan itu haruslah juga di barengi dengan kerja keras dan doa. Itulah pesan yang paling melekat dalam pikiran saya.
Di lanjut dengan mata kuliah dari seorang kiyai kondang, KH. Sanusi Azhari. Pada minggu itu belum memulai materi mata kuliah, beliau hanya memperkenalkan biografi dan pengalaman hidupnya. Usianya yang sudah menginjak kepala tujuh ini tidak pernah mematahkan semangat nya untuk terus memberikan ilmu yang beliau punya, semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan umur panjang kepada beliau. Sedangkan mata kuliah ketiga di isi oleh ustaz Maqsudy, penyampaian materi yang lugas dengan di selingi beberapa candaan membuat perkuliahan lebih  menarik, di tambah lagi kekaguman saya karena karya beliau di bidang tulis menulis sudah cukup banyak.
Keesokan harinya, saya dan teman-teman pun mengikuti kegiatan team building, dengan mengikuti beberapa game selama kurang lebih 4 jam, game-game tersebut memiliki filosofi nya masing-masing, baik yang berkenaan dengan dunia pribadi maupun dunia sosial, Meskipun merasa lelah, namun Alhamdulillah banyak sekali pelajaran-pelajaran yang dapat di ambil dari permainan game tersebut.
Alhamdulillah pada minggu pertama ini, banyak hal-hal baru yang saya dapatkan, suasana yang baru, saudara yang baru, juga pelajaran-pelajaran yang baru. Semoga kami para peserta PKU XI ini dapat mengambil serta meneladani setiap apa yang sudah di berikan oleh semua dewan pengajar.


Kamis, 20 Juli 2017

TUGAS RESUME A. WAHAB, S.Pd MUI CARINGIN

Tidak ada komentar:
RESUME KH. Ahmad Maqsudy :
Tgl Penyerahan resume : 22 Juli 2017
Nama : Abdul Wahab, S.Pd
Utusan : MUI Caringin
Mata Kuliah : Usulfiqhi
Dosen : KH. Ahmad Maqsudy
JenisTugas : Resume
Tanggal Materi : 13Juli 2017

Ijtihad Dan Taqlid
  • Ijtihad secara bahasa adalah mengerahkan semua kemampuan, sedangkan secara istilah seorang faqih mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan zhon(ketetapan) hukum syariat/mangerahkan seluruh kemampuan dalam mencari tujuan dari jihat mencari dalil.
  • Mujtahid adalah orang yang menguasai Al-Qur’an dengan jalan ma’nanya dan menguasai hadist dengan sanad serta matannya, juga paham akan qiyas serta paham kearifan lokal.
  • Mujtahid ada tida golongan, mujtahid Mutlaq, mujtahid mazhab dan mujtahid Fatwa.
  • Mujtahid Mutlaq adalah orang yang mengerahkan seluruh kemampuannya dalam mencari tujuan kemudian mengambil hukum dari Al-Qur’an dan hadist. Mujtahid mutlak sudah terputus dari 300 H.sedangkan menurut Imam As-Suyuty Mujtahid Mutlak tetap ada sampai hari kiamat. Tetapi mayoritas ulama mengatakan sudah terputus sejak tahun 300 h.
  • Mujtahid Mazhab adalah orang yang mengambil hukum dari kaidah-kaidah para Imam mazhab seperti imam Muzani.
  • Sedangkan mujtahid fatwa adalah orang yang mampu Mentarjeh /membandingkan pendapat para imamnya, seperti Imam Rafii dan Imam Nawawi.
  • Taqlid adalah mengamalkan pendapat mujtahid tanpa mengetahui dalilnya,hukum taqlid bagi mujtahid adalah haram, sedangkan selain mujtahid wajib taqlid pada kejadian hal-hal terbaru.
  • Ibnu sholah menukil tidak boleh taqlid kepada selain mazhab yang empat, karena tidak tsiqoh nisbat dan sanadnya. Berbeda dengan mazhab yang empat,
  • Seorang muslim pada tahap awal boleh memilih pada salah satu mazhabyang empat dia harus taqlid.
  • Mayoritas ulama mewajibkan kepada seluruh orang yang tidak memiliki keahlian dalam ijtihad untuk taqlid kepada mujtahidin.
  • Diantara Syarat taqlid adalah :

  • Mengetahui masalah yang ia taqlidkan syarat dan kewajibannya.
  • Taqlidnya sebelum melakukan masalah.
  • Orang yang taqlidnya harus mujtahidwalu mujtahid fatwa
  • Tidak talfiq



RESUME Prof.Der.Soz.Gumilar Roesliwa S :

Tgl Penyerahan resume : 22 Juli 2017
Nama : Abdul Wahab, S.Pd
Utusan : MUI Caringin
Mata Kuliah : Stadium General
Dosen : Prof.Der.Soz.Gumilar Roesliwa S
JenisTugas : Resume
Tanggal Materi : 15 July  2017


  • Ulama adalah orang-orang yang berilmu.
  • Ulama masa kini harus lebih baik kapasitas dan kapabilitasnya,ulama yang mebawa risalah yang Universal.
  • Keberuntungan datang dari Allah,keberuntungan harus dijemput dengan kerja keras dan berdoa.
  • Apapun profesi yang kita ambil jangan setengah-setengah,harus maksimal.
  • Kalau jadi ulama jangan bosan-bosan untuk mengembangkan diri dengan cara belajar dan belajar,banyak membaca, berdiskusi,mendengar, dan menulis  
  • Jadilah ulama yang menguasai Al-Quran dan hadist serta betul-betul berpegang pada Al-Qur’an dan hadist.
  • Ulama Harus bijak dalam mengajarkan agama, karena nuansa yang berbeda, perbedaan harus disikapi dengan arf dan bijaksana.
  • Jangan menjadi ulama yang berpikiran sempit, mudah mengkafirkan orang lain,menyesatkan dan membid’ahkan dan jadilah ulama yang tamat ngajinya
  • Jangan membenci orang, karena orang tersebut adalah  orang cina, bule, hitam, tapi lihat dia adalah makhluk Allah.
  • Ciri-ciri ulama yang dibutuhkan masa depan dan sekarang, karena kedepan akan terjadi perubahan yang dahsyat. Berikut adalah ciri-cirinya:

  • Menjadi ulama yang tanggap dalam perubahan
  • Berwawasan global, serta meninkatkan kasitas dan kapabilitas
  • Ulama yang memiliki kepribadian yang terbuka
  • Ulama yang selalu mengembangkan diri,bekerja keras, serta mempelajari dengan tuntas.
  • Ulama yang menyadari bahwa ia tidak sendiri.
  • Ulama yang paham betul dengan keanekaragaman, ,karena keanekaragaman adalah berkah.

RESUME KH. Ahmad Sanusi Azhari :

Tgl Penyerahan resume : 22 Juli 2017
Nama : Abdul Wahab, S.Pd
Utusan : MUI Caringin
Mata Kuliah : Ulumul Hadist
Dosen : KH. Ahmad Sanusi Azhari
JenisTugas : Resume
Tanggal Materi : 15Juli 2017


  • Kh. Ahmad Sanusi Azhari yang lebih di kenal dengan KH, SanusiAzhari lahir di Bogor Tahun 1942
  • Usia beliau sekarang 75 tahun, lahir di sebuah pesantren yang berlokasi di Cilendek Bogor.
  • Riwayat Penddidkan beliau awal mulanya Pesantren milik ayahnya. Sekolah Rakyat (SR) sekarang SD lulus Tahun 1956  ,SMP lulus tahun 1959, lalu beliau di pesantrenkan ke Gontor lulus tahun 1964. Kemudian  beliu Pulang ke Bogor bekerja sebagai pengurus jamaah haji, tidak lama  kemudian beliau pesantren di lontar Banten selama 6 bulan.
  • Beliau juga pernah bekerja di kemenag sebagai Penerangan agama,menjadi guru agama,menjadi kepala sekolah serta menjadi penilik.
  • Dalam bidang keorganisasian beliau sangat aktif dan menjadi ketuanya, diantaranya pernah menjabat Ketua Mui kab.bogor 2 periode dan sebagai ketua MUI termuda se Propinsi jawa bara,dan sampai sekarang beliau masih aktif d Mui Kab.Bogor menjabat sebagai penasehat MUI.
  • Beliau pernah juga Menjabat Anggota dewan.
  • Nasihat baliau “Jangan berkecil hati menjadi kiyai,rizki kiyai lebih gampang dan banyak,dengan syarat kiyai itu harus haqul yakin”

 
back to top