Tanggal penyerahan resume : 30
September 2017
Nama : Ajeng Umaroh,S.Pd, I
Utusan : PCNU Kabupaten Bogor
Kelompok : IV (Empat)
Mata Kuliah : Tasawuf
Dosen : KH. Khusnudin
Tugas : Resume
Tanggal Materi : 23 September 2017
-
Sumber
segala maksiat, lalai dan sahwat adalah atas dorongan hawa nafsu
-
Menjaga
kehormatan diri dan bertemannya dengan orang bodoh yang tidak mengikuti hawa
nafsu lebih baik dari pada berteman dengan orang alim yang mengikuti hawa nafsu
-
Janganlah
kau berkebutuhan kepada selain Allah karena Allah lah yang mendatangkan
kebutuhan kepadamu (hajat)
-
Bagaimana
mungkin selain Allah akan memenuhi hajatmu dialah Allah yang meletakan hajat
itu orang yang tidak mampu memenuhi hajatnya maka bagaimana dia akan mampu
menyelesaikan problemetika orang lain
-
Jika
kamu tidak dapat berbaik sangka kepada Allah karena semata-mata sifatnya maka
berbaiksangkalah kamu kepada Allah karena Dia sudah memperlakukan kamu dengan
sebaik-baiknya, tidaklah Allah memberimu kecuali kebaikan. Jangan bersahabat
dengan orang yang berperilaku tidak membangkitkan untuk kita beribadah kepada
Allah
-
Kadang-kadang
engkau orang-orang yang berbuat jahat bahwa dia baik persahabatannya maka
bolehlah dia dijadikan sahabat. amal yang baik adalah produk dari keberadaan
hati yang baik dan keadaan hati yang baik adalah karena dari Allah jangan kau
tinggalkan zikir dengan tidak hadirnya Allah bersamamu karena lalimu tidak
berdzikir lebih baik dari pada kamu sedang berdzikir. Maka bisa jadi Allah
mengangkatmu dari dzikir dan lalai dari dzikir dan lalai kepada Allah dengan
penuh kesadaran kepada dzikir dengan dihadiri Allah dan dzikir yang dihadiri
Allah kepada dzikir yang puncak.
===========================================================================
Tanggal penyerahan resume : 30
September 2017
Nama : Ajeng Umaroh,S.Pdi
Utusan : PCNU Kabupaten Bogor
Kelompok : IV (Empat)
Mata Kuliah : Ulumul Hadits
Dosen : KH. Sanusi Az Hari
Tugas : Resume
Tanggal Materi : 23 September 2017
Nama – nama perawih hadits beserta tahun lahir dan
tahun wafatnya
-
Imam
Malik lahir tahun 95 H wafat tahun 179 H
-
Imam
bukhori lahir tahun 194 H wafat tahun 256 H
-
Imam
muslim lahir tahun 204 H wafat tahun 261 H
-
Imam
Abidaud lahir tahun 204 H wafat tahun 275 H
-
Imam
Tirmidzi lahir tahun 209 H wafat tahun 279 H
-
Imam
Abi Abdurrahman (Ana Sa’i) lahir tahun 215 H wafat tahun 303 H
-
Imam
Ibnu Majah lahir tahun 207 H wafat tahun 275 H
Hadits Kudsi
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Ra;uluilah saw
bersabda : "Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mondar mandir di
jalan mencari ahli dzikir. Apabila mereka mendapat kaum yang sedang berdzikir
kepada Allah mereka memanggil-manggil : "Marilah kepada keperluanmu".
Beliau bersabda : "Malaikat itu mengitari dengan sayap mereka ke langit
dunia. Beliau bersabda : Tuhan mereka berfirman pada hal Dia lebih mengetahui
tentang mereka : "Apakah yang diucapkan oleh para hambaKu?". Beliau
bersabda : Malaikat menjawab : "Mereka sedang me Maha Sucikan Mu, me Maha
Besarkan Mu, memujiMu dan me Maha Muliakan Mu". Tuhan berfirman :
"Apakah mereka melihat Ku?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab
: "Tidak, demi Allah mereka tidak melihatMu". Beliau bersabda :
"Tuhan berfirman : "Bagaimana seandainya mereka melihatKu?".
Beliau bersabda : "Mereka menjawab: "Seandainya mereka melihatMu,
niscaya mereka lebih beribadah kepadaMu, lebih memuliakan, lebih memuji dan
lebih mensucikanMu". Beliau bersabda : Tuhan berfirman : "Apakah yang
mereka pinta kepadaKu?". Beliau bersabda : "Mereka meminta surga
kepada Mu". Beliau bersabda : "Mereka menjawab : "Apakah mereka
melihatnya?" Beliau bersabda : Malaikat menjawab : "Tidak, demi Allah
mereka tidak melihatnya". Tuhan berfirman : "Bagaimanakah seandainya
mereka melihatnya ?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab :
"Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih loba terhadapnya,
lebih meminta dan lebih gemar terhadapnya". Tuhan berfirman :
"Terhadap apa mereka berlindung ?". Beliau bersabda : Malaikat menjawab
: "Dari neraka". Beliau bersabda : Tuhan berfirman: "Apakah
mereka melihatnya ?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab :
"Tidak, demi Allah wahai Tuhan, mereka tidak melihatnya". Beliau
bersabda : Tuhan berfirman : "Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya
?". Beliau bersabda" : Mereka menjawab : "Seandainya mereka
melihatnya, niscaya mereka lebih sangat lari dan sangat takut". Beliau
bersabda : "Tuhan berfirman : "Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku
telah mengampuni mereka". Beliau bersabda : "Salah satu malaikat
berkata: "Diantara mereka ada Fulan yang bukan dari golongan mereka.
Kedatanganya hanya karena ada keperluan". Tuhan berfirman : "Mereka
teman-teman duduk, dimana orang yang duduk bersama mereka tidak celaka".
========================================================================
Tanggal penyerahan resume : 30
September 2017
Nama : Ajeng Umaroh,S.Pdi
Utusan : PCNU Kabupaten Bogor
Kelompok : IV (Empat)
Mata Kuliah : GS
Dosen : KH. Didin Khafidhuddin
Tugas : Resume
Tanggal Materi : 23
September 2017
-
Ulama
adalah seseorang atau sekelompok orang ‘Alim yang memiliki ilmu pengetahuan Agama
Islam yang mendalam (Mutafiqqih fid dien) tempat bertanya umat tentang berbagai
persoalan agama dan kehidupan. Karena itu ulama selalu dekat dengan umat,
memberikan pengajaran dan bimbingan, termasuk menjadi contoh dan suri tauladan
yang baik bagi masyarakat. Allag SWT berfirman dalam QS. At-Taubah (9) ayat 122
yang artinya :
“ Tidak
sepatutnya bagi orang-orang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang).
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang
untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan
kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat
menjaga dirinya “ (QS At-Taubah (9) : 122)
-
“ Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang
melata dan binatang – binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan
(jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanya
hanyalah ulama. Sesunggunya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “ (QS.
Fathir (35) : 28)
-
“ Adil itu adalah perbuatan yang
baik, dan bagi para pejabat itu sungguh lebih baik. Kepemurahan itu adalah
baik, dan bagi orang kaya itu jauh lebih baik. Teliti dan hati-hati adalah
baik, dan bagi para ulama jauh lebih baik. Sabar itu baik dan bagi orang-orang
fakir jauh lebih baik. Taubat itu adalah baik, dan bagi para pemuda itu jauh
lebih baik. Malu itu adalah baik dan bagi perempuan itu jauh lebih baik “ (HR. Ad-Dailamiy dari Umar )
-
Salah
satu tugas utama sekaligus mulia dari para alim ulama adalah melaksanakan tugas
amarmekruf nahyi munkar, Mengajak mempelopori dan memberi contoh hidup yang
baik yang sejalan dengan ketentuan agama pada segenap masyarakat termasuk
mengajak umat dan bangsa untuk selalu mencintai dan membangun bangsa dan
negara. Sekaligus mencegah perbuatan – perbuatan buruk dan merusak yang akann
menghancurkan dan memecah belah NKRI
-
Tercatat
para ulama dan para kyai, pimpinan pondok pesantren yang terlibat aktif dalam
perjuangan merebut kemerdekaan selain Soekarno dan Hatta adalah Jendral
Soedirman, KH. Ahmad Sanusi, Ki bagus Hadi Kusumo, KH. Wahid Hasyim, Haji Agus
Salim, KH. Soleh Iskandar, KH. Nur Alie Bekasi , KH. Koer Affandy Tasikmalaya,
dan KH. Zainul Mustofa , KH, Masykur, Buya Hamka, Moh, Natsir, Prof. Dr. Kasman
Singodimejo, Mr. Moch Roem, KH. Hasan Bangil, Mr. Syafrudin Prawiranegara, Bung
Tomo, dll.
-
Allah
berfirman dalam QS. Al Hujurat (49) ayat 13 yang artinya :
“ Hai manusia,
sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersekutu-sekutu supaya saling kenal
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa dianyara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al Hujurat (49) : 13 )
-
Disamping
mempertahankan dan membangun NKRI ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera,
para alim ulama dan tokoh ummat memiliki kewajiban untuk menjaga NKRI ini dari
ide dan paham (yang sering dikaitkan dengan agama ) yang menyesatkan.
-
Sebagaimana
firman – Nya dalam QS Al Baqarah (2) ayat 201 yang artinya :
“ Dan diantara
mereka ada yang berdoa “ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di
akhirat dan peliharalah kami dari sisksa neraka “ (QS Al Baqarah (2) : 201)
-
Radikalisme
agama yaitu paham yang hanya melihat sebagian saja dari ini kitab suci seperti
perintah memerangi orang kafir sambil mengabaikan ayat yang lain, yang
memerintahkan umat Islam untuk berkasih sayang dengan sesama umat manusia,
walaupun berbeda agama.
-
Dalam
firman-Nya yang artinya :
“ Dan pergilah
di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu
melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas “ (QS.Al Baqarah (2) : 190 )
-
Komunisme
(PKI) adalah ajaran kemasyarakatan (komunal) yang verlandaskan ateisme/ anti
Tuhan (dalam pengakuannya). Ajaran ini sangat membahayakan umat beragama,
terutama Islam. Mereka (PKI) telah menghianati NKRI dua kali melakukan
pemberontakan yang mengorbankan ribuan jiwa bangsa Indonesia (1948 dan 1965).
-
Paham-paham
keagamaan sangat membahayakan NKRI dan ahli sunnah wal jamaah (ASWAJA). Firman
Allah dalam QS An Nisa (4) ayat 59 dan hadits Nabi SAW. :
“ Hai
orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya) dan ulil
amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
baik akibatnya “ (QS An Nisa (4) : 59)
“Rasulullah Saw
Bersabda : “ (Ada) dua golongan umat manusa, jika kedua golongan itu baik maka
akan baik semua hal, jika kedua golongan itu jelek, maka akan jelek semua hal.
Kedua golongan tersebut adalah Ulama dan Pemimpin “ (HR Ahmad dari Abu Hurairah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar