Jumat, 29 September 2017

RESUME MINGGU KE-11_ C. BUSTOMI MUI KEC. DRAMAGA

Tidak ada komentar:
========================================================================

Tgl penyerahan            : 30 September 2017
Nama                           : C. Bustomi
Utusan                         : MUI Kec. Dramaga
Mata Kuliah                : Tasawwuf
Dosen                          : KH. Husnuddin
Jenis Tugas                  : Resume

Tgl Materi                   : 24 September 2017
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 (29) أصل كل معصية وغفلة وشهوة الرضا عن النفس وأصل كل طاعة ويقظة وعفة عدم الرضا منك عنها. ولأن تصحبَ جاهلا لا يرضى عن نفسه خيرٌ لك من أن تصحبَ عالماً يرضى عن نفسه. فأيُّ علم لعالمٍ يرضى       عن نفسه؟ وأيُّ جهلٍ لجاهل لا يرضى عن نفسه ؟
“Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah ridha terhadap nafsu. Dan pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan dan kesucian adalah engkau tidak ridha terhadap hawa nafsu. Bersahabat dengan orang jahil yang tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik bagimu daripada bersahabat dengan orang alim yang tunduk pada hawa nafsunya. Ilmu macam apa yang disandang si alim yang tunduk pada hawa nafsunya itu? Sebaliknya, kejahilan apa yang dapat disandangkan pada orang jahil yang tidak memperturutkan hawa nafsunya?”

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Untuk meraih ridha Allah haruslah tak menuruti hawa nafsu, sebaliknya, orang yang menuruti hawa nafsunya, akan peroleh murka dari Allah. Hal itu tentu sudah jelas. Yang perlu kita perjelas sekarang adalah, apakah yang dimaksud "nafsu" itu?
Yang dimaksud "nafsu" adalah watak hewani yang ada dalam diri manusia, pendorong bagi keinginan-keinginannya.

(30) لا ترفعن إلى غيره حاجة هو موردها عليك فكيف يرفع غيره ما كان هو له واضعاً ؟ من لا يستطيع أن يرفع حاجة عن نفسه فكيف يستطيع أن يكون لها عن غير رافعاً؟
"Janganlah Engkau mencari hajat kepada selain Allah (Dzat yang telah memenuhi semua hajat), bagaimana mungkin orang lain bisa memenuhi kebutuhanmu sedangkan Allah lah dzat yang telah memenuhi kebutuhannya. Orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bagaimana mungkin bisa memenuhi kebutuhan orang lain?"

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Segala sesuatu itu ada sebab-sebab (اسباب ) atau lebih dikenal dengan اسباب جعلية . Namun hal itu akan berfungsi jika bebarengan dengan perkara lain, seperti halnya menjadikan kenyang dengan adanya makan roti. Roti bukanlah perkara yang bisa menjadikan kenyang dengan sendirinya sebagaimana argumen Mu'tazilah. Namun yang menjadikan kenyang dalam hakikatnya adalah Allah SWT melalui perantaraan roti.

إن لم تُحَسِّنْ ظنَّك به لأجل وصفِه فحَسِّن ظنَّك به لأجل معاملته معك فهل عوَّدك إلا حَسَناً ؟ وهل أسدى إليك إلا منناً (31)
"Jika kita tidak bisa berprasangka baik kepada Allah SWT karena kebagusan sifatNya maka kamu berprasangka baiklah kepada Allah karena wujudnya perlukuanNya padamu. Bukankah Allah biasanya berbuat baik padamu? Bukankah Dia selalu memberikan padamu keanugrahan? "

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Mu’min itu terbagi dua bagian
Pertama: Mu'min yang meyakini betul akan keindahan, kebagusan dan kasih-sayang Allah karena Allah adalah tuhan. Orang ini adalah orang pilihan Allah.karena dia tidak memerlukan dalil dan tanda akan ke bagusan Allah.dia telah husnuddzon pada Allah dengan tanpa memandang akan kenyataan yang ada di lapangan.
Kedua: Mu'min yang meyakini akan kebaikan Allah tapi setelah melihat kenyataan di lapangan bahwa Allah selalu memberikan kebaikan padanya.

32) العجبُ كلَّ العجبِ ممن يهرُب مما لا انفكاكَ عنه ويطلبُ ما لا بقاءَ له معَه)
“Sungguh mengherankan, orang yang lari dari sesuatu yang ia tidak bisa terlepas dari-Nya, dan justru mencari apa yang tidak kekal baginya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tapi mata hati yang berada di dalam dada”.

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Yang  dimaksud dengan lari hamba dari Tuhannya adalah mengikuti gonggongan nafsu dan hembusan syahwat. “Lari” merupakan mentalitas orang yang buta mata hati. Dalam bahasa lain di istilahkan “mengambil yang fana meninggalkan yang kekal, menggantikan yang tinggi mengikuti yang rendahan."

(28) لاَتصْحَبْ من لا يُنهِضُك حالُه ولا يدلُك على الله مقالُه
“Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu, dan pembicaraannya tidak membimbing ke jalan Allah."

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Seorang teman yang baik adalah ia yang mampu menjadikan sahabatnya semakin bergairah dalam menjalankan semua proyek kebaikan. Karenanya, sebelum menggapai derajat menjadi semangat bagi orang lain, seseorang harus bisa menyemangati dirinya untuk selalu berada dalam kebaikan.
(29) ربما كنت مسيئاً فأراك الإحسان منك صحبتك إلى من هو أسوأ حالاً منك
“Boleh jadi engkau berbuat buruk, tapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau bersahabat dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu”

- Pelajaran yang dapat diambil dari hikmah ini :
Sifat hawa nafsu adalah selalu mencari penguatan, pemuasan dan pengakuan. Kalau engkau tidak menahan dan mencegah “rumput-rumput liar” ini maka ia akan memenuhi seluruh “taman” hatimu. Berteman dengan orang-orang yang lebih sedikit mengalami pencerahan batin ketimbang dirimu akan menghambat kemajuan spiritualmu karena engkau merasa puas dengan dirimu sendiri dan melihat dirimu lebih maju. Mereka mungkin memperoleh kemajuan dengan mendalamimu tetapi engkau akan menemui kemunduran karena keadaan mereka.
======================================================================


Tgl penyerahan            : 30 September 2017
Nama                           : C. Bustomi
Utusan                         : MUI Kec. Dramaga
Mata Kuliah                : Ulumul Hadits
Dosen                          : KH. Sanusi Azhari
Jenis Tugas                  : Resume
Tgl Materi                   : 23 September 2017
------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
حديث فضل الذكر من صحيح البخارى
من باب فضل الله تعالى ج  ٨  ص ٨٦ – ٨٧  متن البخارى طبعة مصرى

(١) حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا جرير عن الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  إن لله ملائكة يطوفون في الطرق يلتمسون أهل الذكر فإذا وجدوا قوما يذكرون الله تنادوا هلموا إلى حاجتكم قال فيحفونهم بأجنحتهم إلى السماء الدنيا قال فيسألهم ربهم وهو أعلم منهم ما يقول عبادي قالوا يقولون يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويمجدونك قال فيقول هل رأوني قال فيقولون لا والله ما رأوك قال فيقول وكيف لو رأوني قال يقولون لو رأوك كانوا أشد لك عبادة وأشد لك تمجيدا وتحميدا وأكثر لك تسبيحا قال يقول فما يسألوني قال يسألونك الجنة قال يقول وهل رأوها قال يقولون لا والله يا رب ما رأوها قال يقول فكيف لو أنهم رأوها قال يقولون لو أنهم رأوها كانوا أشد عليها حرصا وأشد لها طلبا وأعظم فيها رغبة قال فمم يتعوذون قال يقولون من النار قال يقول وهل رأوها قال يقولون لا والله يا رب ما رأوها قال يقول فكيف لو رأوها قال يقولون لو رأوها كانوا أشد منها فرارا وأشد لها مخافة قال فيقول فأشهدكم أني قد غفرت لهم قال يقول ملك من الملائكة فيهم فلان ليس منهم إنما جاء لحاجة قال هم الجلساء لا يشقى بهم جليسهم.
Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasuluilah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mondar mandir di jalan mencari ahli dzikir. Apabila mereka mendapat kaum yang sedang berdzikir kepada Allah mereka memanggil-manggil : "Marilah kepada keperluanmu".
Beliau bersabda : "Malaikat itu mengitari dengan sayap mereka ke langit dunia. Beliau bersabda : Tuhan mereka berfirman pada hal Dia lebih mengetahui tentang mereka : "Apakah yang diucapkan oleh para hambaKu?". Beliau bersabda : Malaikat menjawab : "Mereka sedang me Maha Sucikan Mu, me Maha Besarkan Mu, memujiMu dan me Maha Muliakan Mu". Tuhan berfirman : "Apakah mereka melihat Ku?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab : "Tidak, demi Allah mereka tidak melihatMu". Beliau bersabda : "Tuhan berfirman : "Bagaimana seandainya mereka melihatKu?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab: "Seandainya mereka melihatMu, niscaya mereka lebih beribadah kepadaMu, lebih memuliakan, lebih memuji dan lebih mensucikanMu". Beliau bersabda : Tuhan berfirman : "Apakah yang mereka pinta kepadaKu?". Beliau bersabda : "Mereka meminta surga kepada Mu". Beliau bersabda : "Mereka menjawab : "Apakah mereka melihatnya?" Beliau bersabda : Malaikat menjawab : "Tidak, demi Allah mereka tidak melihatnya". Tuhan berfirman : "Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya ?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab : "Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih loba terhadapnya, lebih meminta dan lebih gemar terhadapnya". Tuhan berfirman : "Terhadap apa mereka berlindung ?". Beliau bersabda : Malaikat menjawab : "Dari neraka". Beliau bersabda : Tuhan berfirman: "Apakah mereka melihatnya ?". Beliau bersabda : "Mereka menjawab : "Tidak, demi Allah wahai Tuhan, mereka tidak melihatnya". Beliau bersabda : Tuhan berfirman : "Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya ?". Beliau bersabda" : Mereka menjawab : "Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih sangat lari dan sangat takut". Beliau bersabda : "Tuhan berfirman : "Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni mereka". Beliau bersabda : "Salah satu malaikat berkata: "Diantara mereka ada Fulan yang bukan dari golongan mereka. Kedatanganya hanya karena ada keperluan". Tuhan berfirman : "Mereka teman-teman duduk, dimana orang yang duduk bersama mereka tidak celaka". (HR. Bukhari)

=======================================================================


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top