Tanggal Penyerahan : 19 AGUSTUS 2017
Nama : H. MUHAMMAD SYUKRON HABIBY
Utusan : MUI Kecamatan CISARUA
Mata Kuliah : -
Dosen : -
Jenis Tugas : REFLEKSI
Tanggal Materi : 12 AGUSTUS 2017
CINTA TANAH AIR
Suatu ketika, Rois Akbar Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari kedatangan seseorang. Tamu tersebut ajudan Presiden Soekarno yang membawa pesan dari Presiden. Kala itu Indonesia dalam kondisi terjajah dan diliputi penderitaan oleh rakyatnya. Melalui ajudannya, Presiden Soekarno meminta fatwa mengenai hukum warga membela bangsanya. Kyai Hasyim menjawab dengan tegas, fardlu ain (tidak boleh tidak) dan saat itulah Kyai Hasyim berfatwa atau mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman. Ini memang bukan hadis tapi sebuah fatwa dari Hadratus Syaikh dalam mengaplikasikan atas kecintaan warga negara terhadap tanah airnya.
Kita patut bersyukur karena negeri ini didirikan oleh para negarawan yang memiliki kecintaan terhadap agama (Negarawan Religius) dan juga para Ulama yang mencintai tanah airnya (Religius Nasionalis). Dua hal ini yang tidak ada di negara-negara Timur Tengah. Mereka lebih terjebak pada pertentangan kelompok-kelompok dan idelogi serta madzhab.
Saat ini kini tengah bergembira menyambut datangnya hari kemerdekaan Indonesia. 72 tahun sudah telah kita menikmati kemerdekaan itu. Sesuatu yang cukup telah lama untuk ukuran waktu. Sudahkah kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang produktif? Nurani kita patut menjawabnya dengan jujur.
Alih-alih mengisi kemerdekaan, kini justru ancaman datang dalam wajah yang baru. Gerakan trans-nasionalisme dalam “perwajahan agama” telah menjadi fenomena yang mengancam. Penafsiran-penafsiran keliru tentang agama tengah dijadikan jalan untuk memisahkan agama itu sendiri dengan tanah air.
Bukankah tubuh ini terlahir dari tanah dan kemudian mati serta terkubur dalam tanah? Hakikatnya, manusia ini cinta tanah airnya sejak kelahiran dan sampai pada kematiannya. Hanya orang gila yang mengaku beriman namun abai atas tanah airnya, atau bahkan melakukan kerusakan-kerusakan di bumi pertiwinya. Indonesia adalah rahmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri dengan memelihara segala isi yang terkandung di dalamnya, termasuk keragaman-keragaman suku, bahasa, bahkan agama.
Memerdekaan negeri ini membutuhkan pengorbanan yang begitu besar. Manaifestasi dari rasa syukur adalah tentunya dengan mencintai dan merawatnya. []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar