Rabu, 19 Juli 2017

Menyiasati Perubahan zaman

Tidak ada komentar:

Tgl penyerahan resume :22 Juli 2017
Nama                                : Encu sulamunajat
Utusan                              : MUI Tanjungsari
Mata kuliah                      : Menyiasati Perubahan Zaman
Dosen                               : prof.Der.Soz.Gumilar Roesliwa S
Jenis tugas                      : Resume
Tgl materi                        : 15 Juli 2017

   Sekitar 0,5 juta tahun lalu manusia mengelola bumi, dari usia bumi yang sudah mencapai sekitar 4,5 juta tahun hingga kini,peradaban manusia telah mencapai peningkatan yang begitu pesat dan signifikan. Perkembangan kehidupan masyarakat yang sederhana sekitar 1200 tahun terakhir mulai mengalami perkembangan dalam rentang waktu 6000 tahun terakhir, dari fase berperang hingga ditemukan sistem cocok tanam dan perekonomian,serta dari berburu hingga terciptanya sistem domestikasi. Tercatat dalam sejarah telah terjadi perkembangan peradaban yang menakjubkan seperti di Amerika Tengah (Indian Aztec 1298-1450 M), Timur Tengah ( Sungai Tigris Iraq),Asia Tengah (China), dan Mediterania(Yunani). Pada era 50-an terjadi revolusi yang menakjubkan pada peradaban, dan dalam rentang 25 tahun terakhir terjadi sebuah fenomena luar biasa yang membawa manusia kepada era dimana ruang, waktu, dan jarak menciut dan tidak berarti, yaitu era berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Komputer atau Internet yang dicetuskan oleh Alan Turing seorang ilmuwan yahudi dari England, dimana dahulu nya dijadikan alat komunikasi perang, kini telah menjadi konsumsi umum masyarakat dunia.
   Kedua hal diatas merupakan tonggak penting dari munculnya" peradaban modern". Tentu saja disamping berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin pesat dan futuristic membawa banyak hal fostif dan kemudahan bagi umat manusia, namun tidak dapat dipungkiri telah terlahir dari nya banyak fenomena fenomena negatif yang lebih dominan dikalangan masyarakat umum. Dewasa  ini hal tersebut telah membawa hama kedalam era globalisasi dunia. Hal tersebut di tandai dengan rusaknya lingkungan hidup, merosot nya nilai-nilai dan norma-norma kehidupan bermasyarakat, pertumbuhan penduduk lambat bahkan stagnan seiring runtuh nya institusi pokok masyarakat yaitu keluarga, hilangnya kepercayaan antara rakyat dan pemimpin, serta terbatasnya kemampuan negara menjamin kesejahteraan rakyatnya ditengah maraknya pasar dunia,dan lain sebagainya.
        Meninjau hal ini, tentu perlu hal yang dapat menjadi solusi dan pengendali dari hal diatas.
      Islam yang merupakan agama yang universal yang ditujukan untuk seluruh umat manusia telah menjadi pilar perkembangan peradaban modern sejak 500 tahun terakhir di Timur Tengah dan Mediterania, serta telah menjadi rujukan bagi kemajuan penemuan penemuan dunia barat dewasa ini. Karena islam bukan sekedar agama apalagi formalities belaka, akan tetapi ia merupakan "way of life " bahkan sistem kehidupan itu sendiri bagi  kesinambungan eksistensi  manusia yang relevan sepanjang zaman.
   Populasi umat islam kini mencapai 85% dari populasi dunia, namun justru penguasaan non-Muslim yang hanya 15% dari sisanya lebih dominan dimana dominasi mereka mencapai 85%, sedangkan umat islam  hanya 15% saja. Tentu ini merupakan fenomena yang memprihatinkan bagi dunia islam. Maka diperlukan wadah guna menyiapkan generasi yang mumpung untuk membalikkan keadaan ini, maka jawabannya terdapat dalam firman Allah dalam surat Al 'Imran ayat 104 yang artinya " Dan hendaknya diantara kalian ada sekelompok orang (yaitu ulama) yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, maka mereka itu lah orang2 yang pasti berjaya (di dunia dan akhirat)".
   Namun ditengah berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dari waktu ke waktu, banyaknya kalangan civil society dan negara menyadari pentingnya aspek lingkungan dan kesinambungan standar hidup seperti keharmonisan hubungan antar a alam, bumi, manusia, dan kehidupan yang berlangsung diatasnya, dan ditengah revivalisme spitual dan agama telah melahirkan para spiritis sekuler yang notabenenya mereka adalah non-Muslim, tentu perlu generasi ulama yang mumpuni dari segi keilmuan, baik itu ilmu Keagamaan maupun ilmu-ilmu lainnya, dalam lingkup visual maupun digital. Akan tetapi bukan hanya dari segi keilmuan mereka saja yang mumpuni, namun mereka juga harus mampu menjadi figur-figur hidup yang mencerminkan akhlaqul-karimah dimana itu merupakan ajaran islam yang Rasulullah SAW senantiasa tekankan dan praktekan kepada para sahabatnya,dan begitu seterusnya.

  Tentu ini bukanlah tugas yang mudah, maka dari itu di perlukan kesungguhan dan usaha yang keras dalam menggali pengetahuan al-quran dan hadits dengan mendalam serta meningkatkan kapasitas, abilitas, menempati dan mengembangkan diri dengan pengetahuan kekinian. Sehingga kita tidak mudah di adu domba oleh musuh-musuh islam dalam persoalan-persoalan yang bukan merupakan asas akidah islam seperti perbedaan pendapat dalam tata cara ibadah.
   Selain itu juga mereka mampu Menyikapi keragaman bangsa dan agama, serta menepis kefanatikan dan egoisme yang sejak lama menjadi sumber perpecahan manusia. Ini merupakan hasil dari penghayatan mereka akan firman Allah dalam surah Al-hujurat ayat (13) yang artinya :" Wahai umat manusia sungguh kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan Suku-suku agar kalian saling berkenalan".
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top