Tanggal penyerahan : 5 Agustus 2017
Nama : Hilal Hamdi
Utusan : MUI Ciawi
Mta Kuliah : Tafsir Tematik
Dosen : KH. Rosyadi
Jenis Tugas : Resume
Tgl materi : 29 Juli 2017
Tafsir Tematik
Tafsir tematik ini yang disajikan oleh KH. Rosyad, mahasiswa peserta PKU XI semakin antusias dengan apa-apa yang beliau sajikan, dengan bukti mereka banyak yang ingin bertanya tentang apa-apa yang beliau telah sampaikan.
Padahal beliau hari ini menyajikan berupa tafsir tahlili yaitu dengan membaca kitab tafsir jalalain karya dua imam besar yaitu imam Jalaluddin As- Suyuti dan Jalaluddin Al-Haitami.
Dari pembacaan tafsir tersebut Beliau menyampaikan bahwa dari QS. Al-Baqarah ayat 1-10 dapat dibuat beberapa tema tentang tafsir tematik, di antaranya tentang sifat-sifat orang mu’min, sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang munafik.
Ciri-ciri orang mu’min adalah seperti yang dijelaskan pada ayat 3-5 surat Al-Baqarah, yaitu:
- Orang-orang yang mengimani/membenarkan adanya yang ghaib, seperti adanya surge dan neraka
- Orang-orang yang mendirikan sholat
- Orang-orang yang mengingfakkan sebagian rezeki yang telah Alloh anugerahkan
- Orang-orang yang yang mengimani dengan kitab-kitab yang telah Alloh turunkan kepada nabi Muhammad saw dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw.
- Dan orang-orang yang mengimani akan datangnya haru ahit/kiamat.
Sedangkan ciri-ciri dari orang-orang kafir adalah sebagaimana yang dijelaskan pada ayat 6 dan 7 sebagai berikut:
- Ditakut-takuti atau tidak, orang-orang kafir itu tetap saja tidak beriman/tidak percaya
- Hati, pendengaran dan penglihatan orang-orang kafir sudah tertutup
Sedangkan ayat 8-10 menerangkan sifat-sifat dari orang-orang munafik, yaitu:
- Mereka gemar mengatakan beriman kepada Alloh dan beriman kepada hari ahir,akan tetapi mereka ssebenarnya tidak beriman
- Mereka bertujuan menipu Alloh dan menipu orang-orang yang beriman akan tetapi sebenarnya mereka menipu diri sendiri dan
- Mereka memiliki penyakit hati yaitu lemah hatinya untuk menerima ayat-ayat Al-Quran.
Beliau menjelaskan bahwasannya ghaib terbagi menjadi tiga,yaitu:
- Gaib yang dapat diketahui oleh alat-alat teknologi sepertiterjadinyamalam satu Ramadan
- Gaib yang hanya dapat diketahui oleh Nabi Muhammad saw dan
- Gaib yang hanya dapat diketahui oleh Alloh dan tidak oleh yang lainnya.
Dihir pemaparannya Beliau menyampaikan kaus yang terjadi dimasyarakat yakni menyebarnya/banyaknya mufasir-mufasir karbitan yang lahir dan menjamur dimana-mana, seakan-akan Al-Quran dapa dan bisa ditafsirkan oleh siapa saja padahal yang kita melihat atu kitab saja seperti Al-Itqon fi Ulumil Quran, maka akan kita temukan bahwa syarat-syarat untuk jadi seorang ahli tafsir itu berat sekali yakni harus memenuhi dan ahli pada 15 cabang disiplin ilmu, salah satu diantaranya adalah:
- Ahli Nahwu
- Ahli sorof
- Ahli ma’ani
- Ahli bayan
- Ahli badi’ dan lain-lain.
Tanggal penyerahan : 5 Agustus 2017
Nama : Hilal Hamdi
Utusan : MUI Ciawi
Mta Kuliah : Ulumul Hadits
Dosen : KH. Sanusi Azhari
Jenis Tugas : Resume
Tgl materi : 29 Juli 2017
Hadits Hasan
- Hadits hasan terbagi menjadi:
- Hadits hasan shohih lafdzi
- Hadts hasan shohih ma’nawi
3.Hadits hasan doif(yang bertentangan dengan Al-Quran)
- Hadits Ahad riwayat imam Bukhori ada 8400.
- Mengamalkan hadits hasan yang shohih itu sangat dianjurkan.
- Hadits shohih lafdzi perowinya harus:
- Perowi harus adil (adil dalam artian perowinya harus dapat menghindari dosa kecil apalagi dosa besar)
- Perowi harus istiqomah dalam taubatnya.
Dalam kesempatan pertemuan kali ini Kyai Sanusi Azhari menyampaikan pesan singkatnya, yakni “jangan ciptakan diri kita itu untuk membutuhkan orang lain tapi ciptakanlah diri kita itu dibutuhkan orang”.
Beliau sampaikan pesan diatas berkat pengalaman spiritual beliau dalam menjalani kehidupan.
Terakhir, Beliau sampaikan bahwa hadits doif tidak boleh diamalkan kecuali hadits doif yang bersifat anjuran dan ancaman bahkan dalam disiplin ulumul hadits, jangankan sampai ranah pengamalan, dalam ranah pembahasan pun tidak boleh. Begitu ketatnya disiplin cabang ilmu hadits ini.
Walau hanya sebentar tapi mudah-mudahan besar manfaatnya dan berkah buat kita semua,amiin.
Tanggal penyerahan : 5 Agustus 2017
Nama : Hilal Hamdi
Utusan : MUI Ciawi
Mata Kuliah : Stadium General
Dosen : Dr. Wawan Heri Purwanto
Jenis Tugas : Resume
Tgl materi : 29 Juli 2017
GEOSTRATEGI PENGUATAN PANCASILA DALAM PENANGGULANGAN ANCAMAN RADIKALISME DI TENGAH-TENGAH DINAMIKA POLITIK DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL.
Adalah sebuah tema yang sangat panjang sekali dan dapat diampaikan dengan sangat baik pula oleh Dr. Wawan Heri Purwanto seorang intelejen yang sangat berpengalaman dibidangnya.
Manca Negara telah banyak beliau ambangi, banyak pengalaman yang beliau kantongi sehingga banyak makan garam yang beliau rasakan.
Terlalu jauh bila kita dibandingkan dengan beliau.
Keturunan jawa yang fasih berbahasa inggris dan arab ini, menyampaikan materi yang dikemas ala empat mata(Tukul Arwana)yakni penuh dengan humor dan canda gelak tawa, sehingga para peserta mahasiswa PKU XI pun senang menyimaknya yang padahal cape dan ngantuk.
Beliau sampaikan bahwa pancasila pada tahun 1998 pernah terkubur/sempat tidak tersosialisasai pada masyarakat umum, yang sehingga masyarakat dan bangsa mrasakan kehilangan kendali idiologi dan lebih memilih idiologi yang lain ketimbang idiologi pancasila.
Sehingga idiologi pancasila mengalami ancaman-ancaman seperti timbulnya gerakan radikal yang dapat mengancam eksistensi bangsa, kemudian juga dengan masuknya idiologi ekstrim kanan dan kiri.
Gerakan radikal yang masuk ke Indonesia pada ahir-ahir ini adalah gerakan isis pimpinan Santoso dan Bahrun Naim yang masih terus bergerak bagaikan gerakan maghma yang ada dalm perut bumi, yang tanpa mengenal lelah dan suatu saat akan memuntahkan isi kandungannya.
Maka dari itu pemerintah harus segera menentukan sikap yang tegas kalau tidak menginginkan adanya tekanan kepada pemerintah hususnya pemerintahan Jokowi.
Dalam hal ini, beliau berpesan kepada kita, jadilah ulama yang dapat memandang dan menimbang masa depan, agar dapat berbuat sesuatu penuh dengan perhitungan dan tidak hanya sekedar kerja dan kerja.
Tanggal penyerahan : 5 Agustus 2017
Nama : Hilal Hamdi
Utusan : MUI Ciawi
Mata Kuliah : Stadium General
Pembicara : Dr. Muhammad Agus Mulyana
Jenis Tugas : Resume
Tgl materi : 29 Juli 2017
Islam and Political Global
Yang seharusnya menyajikan materi ini adalah Dr. Ibrahim, karena beliau berhalangan maka digantikan oleh Dr. M Agus Mulyana.
Dr. M Agus Mulyana adalah kelahiran Kuningan tahun 1966 dan menyelesaikan pendidikan S3 nya di Inggris. Beliau banyak mengenyam pengalaman, baik dari dalam negri maupun manca Negara. Beliau sering mengisi acara-acara seminar yang bertahap nasional bahkan internasional pun sering beliau lakukan.
Beliau memulai acara stadium ini dengan memberikan motivasi/dorongan kepada para peserta mahasiswa PKU XI, agar selalu semangat dan tidak putus asa,”jadilah ulama yang selesai ngajinya, jangan setengah-setengah”
Bahkan nasib Islamdan bangsa ini akan dibebankan diatas pundak peserta PKU XI, Beliau sampaikan bahwa ada the big issue:
1. Palestina merdeka
2. Ekonomi Syariah, dengan adanya IAEI yaitu Ikatan Ahli Ekonomi Islam, yang diharapkan dapat membangkitkan ekonomi islam dunia pada umumnya
3. Prodak halal
4. Ustadz selebritas dan
5. Peran ulama PKU
1. Palestina merdeka
2. Ekonomi Syariah, dengan adanya IAEI yaitu Ikatan Ahli Ekonomi Islam, yang diharapkan dapat membangkitkan ekonomi islam dunia pada umumnya
3. Prodak halal
4. Ustadz selebritas dan
5. Peran ulama PKU
Dalam kesempatan yang cukup panjang ini, beliau menyampaikanwalau tanpa bukti penelitian yang kuat dan akurat)bahwa peradaban yang paling tua berada di Indonesia yakni dengan ditemukannya gunung padang di Cianjur, menurutnya gunung padang Cianjur itu lebih tua disbanding dengan pyramid. Dan dengan ditemukannya kehidupan hewan laut dipegunungan Jaya Wijaya, tambahnya.
Berbicara tentang Islam, beliau menyampaikan bahwa Islam di Indonesia itu dibawa dan disebarkan oleh para ulama dan khususnya di pulau jawa disebarkan oleh para wali yang terkenal dengan sebutan wali songo, padahal penyebar Islam di pulau jawa itu tidak hanya oleh wali Sembilan tetapi masih banyak para penyebar islam yang lainnya di jawa yang tidak terkenal sekelas wali songo, seperti Jaka Tingkir, Syekh Abd Muhyi, Sunan Geseng dan masih banyak lagi.
Beliau tidak ingin menjelaskan panjang lebar tentang ahlus sunnah waljama’ah kepada para peserta mahasiswa PKU XI, karena dianggapnya para peserta sudah mengetahui dan lebih memahaminya(sikap tawaduk beliau kepada para peserta).
Beliau hanya merangkumnya, bahwa ahlus sunnah wal jama’ah adalah agama yang di bawa oleh para penyebar islam dijawa yang dikenal dengan wali sembilan(wali songo). Jadi ahlus sunnah wal jama’ah itu, yang tahlilan, yang subuh baca qunut, yang wiridan setelah sholat dengan suara yang keras dan lain-lain.
Dengan kuatnya Islam di Nusantara, maka Indonesia termasuk targetnNegara yang susah untuk dihancurkan oleh musuh-musuh Islam.
Penyebar islam di Indonesia juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, beliau diantaranya adalah:
1. Sultan Hasnudin dari Sulawesi
2. Sultan Agung dari mataram
3. Sultan Burhanudin dari Palembang
4. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten
5. Pangeran Diponegoro dari Jawa
6. Pangeran Imam Bonjol dari Sumatera
7. Teuku Umar dari Aceh dan masih banyak lagi.
Islam era sekarang diperkuat dengan adanya FPI pimpinan Habib Rizik Shihab, KH. Hasyim Muzadi mengatakan bahwa “Habib Rizik itu bagai NU era 70 an”, galak dan garang.
Pemaparan beliau mendapat sambutan hangat oleh para peserta PKU XI dengan antusias para peserta banyak yang bertanya. Dan season ini merupakan season penutup dari Stadium General.
Semoga bermanfaat, amin ya mujibas sailin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar